Dua Jasad yang ditemukan mengambang di perairan Gilimanuk diduga Korban KMP Tunu Pratama Jaya dibawa ke Banyuwangi untuk diperiksa lebih lanjut, Rabu (4/2). (BP/Olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Upaya identifikasi terhadap dua jenazah yang ditemukan di perairan Jembrana terus berlanjut. Pada Rabu (4/2), kedua jasad yang sebelumnya sempat disemayamkan di RSUD Negara tersebut resmi diberangkatkan menuju RSUD Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur, guna menjalani proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur.

Langkah ini diambil menyusul adanya dugaan kuat bahwa kedua jenazah tersebut merupakan bagian dari korban tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Berdasarkan pantauan di lokasi, sebelum diberangkatkan, tim dari Dokkes serta Satreskrim Polres Jembrana terlebih dahulu menyelesaikan urusan administrasi di RSUD Negara.

Baca juga:  ASN Jembrana Peduli, Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19

Kedua jenazah tersebut masing-masing ditemukan pada waktu yang berbeda, yakni jasad pertama yang ditemukan di perairan Gilimanuk pada Minggu (1/2), serta jasad kedua yang baru saja dievakuasi dari pesisir Pantai Penginuman, Gilimanuk, pada Rabu (4/2) pagi. Dengan menggunakan ambulans Dokkes Polres Jembrana, kedua jenazah dibawa menuju Pelabuhan Gilimanuk untuk menyeberang ke Banyuwangi.

Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, saat dikonfirmasi membenarkan proses penyerahan jasad tersebut kepada pihak Polda Jatim. Menurutnya, koordinasi intensif telah dilakukan dengan Polresta Banyuwangi untuk menangani temuan ini secara lebih mendalam.

Baca juga:  Empat Bulan Terakhir, Polda Bali Tangani Delapan Kasus Menghilangkan Nyawa Orang

“Dua temuan jenazah, baik yang dari hari Minggu maupun tadi pagi, kami serahkan ke Polda Jatim. Keputusan ini diambil karena adanya indikasi kuat bahwa jasad-jasad tersebut berkaitan dengan peristiwa KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam Juli tahun lalu,” terang AKBP Kadek Citra, Rabu (4/2).

Ia menambahkan, keterkaitan ini muncul lantaran penemuan jasad terjadi bertepatan dengan proses evakuasi bangkai kapal tersebut. Oleh sebab itu, diperlukan identifikasi ilmiah untuk memastikan data korban secara akurat. Hingga saat ini, belum ada pihak keluarga yang datang memberikan konfirmasi secara resmi mengenai identitas korban.

Baca juga:  Hujan dan Potensi Angin Kencang, Cek Prakiraan Cuaca Bali 11 September 2025

“Belum ada pihak keluarga yang mengonfirmasi. Namun, jika ada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya dalam insiden tersebut, bisa langsung berkoordinasi dengan Polresta Banyuwangi atau melalui Polres Jembrana,” imbuhnya.

Mengenai identitas awal seperti jenis kelamin maupun ciri fisik lainnya, mantan Kasat Lantas Polres Tabanan ini menegaskan bahwa pihaknya belum bisa memberikan keterangan mendahului hasil pemeriksaan tim ahli. “Semuanya masih menunggu hasil identifikasi medis secara menyeluruh oleh tim DVI,” tandasnya. (Surya Dharma/balipost)

 

BAGIKAN