Petugas mengevakuasi korban usai terlibat lakalantas di simpang empat Pludu, Desa Bayung Gede, Kintamani, pada Kamis (16/7). (BP/Ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Anggota Polsek Tembuku, Aiptu Putu Ngurah Sudiatmika (53) yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas di Simpang Empat Pludu, Desa Bayung Gede, Kintamani, dinyatakan meninggal dunia. Korban sebelumnya sempat menjalani perawatan medis akibat cedera kepala berat usai motor dinas Polri yang dikendarainya tertabrak truk.

Kasat Lantas Polres Bangli AKP I Nyoman Widantara membenarkan kabar duka tersebut. Anggota asal Lingkungan Batursari, Desa Bitera, Gianyar itu mengembuskan napas terakhir di RSUP Prof. Ngoerah Denpasar, Senin (20/7).

Baca juga:  Sosok 'T' Dalam Kasus Judi Daring Bukan Pelawak Tessy

“Korban sempat mendapat penanganan di Puskesmas Kintamani VI dan RSUD Bangli. Sore harinya langsung dirujuk ke RSUP Prof. Ngoerah,” ujar Widantara, Selasa (21/7).

Insiden maut di simpang empat Pludu tersebut melibatkan sepeda motor dinas Polri X 2807-33 yang dikendarai korban dengan truk P 8098 ED yang dikemudikan I Wayan Pustika (44), warga Jembrana. Kecelakaan bermula saat truk melaju dari arah selatan menuju utara di jalur utama.

Baca juga:  Per 20 Oktober, Tingkat Kesembuhan Pasien COVID-19 di Bali Sudah Hampir 90 Persen

Pada saat bersamaan, korban melintas dari arah timur menuju barat dan diduga mendadak masuk ke persimpangan tanpa menghentikan kendaraannya. Seketika benturan tak terhindarkan hingga membuat tubuh korban terpental dan jatuh ke dalam selokan.

Mengenai proses hukum, Widantara menyebutkan penyelidikan masih berlangsung. Namun dari hasil olah TKP awal, posisi korban dinilai lemah secara aturan berlalu lintas. Korban diduga tidak berhenti sebelum memasuki jalur utama.

Baca juga:  Lakalantas Sebabkan Kerugian Rp 220 Miliar

Sebagaimana yang diketahui simpang empat Pludu tergolong rawan kecelakaan. Kerawanan itu terbukti dari tingginya angka kecelakaan di lokasi tersebut.

Meskipun rambu lalu lintas sudah terpasang di sana, keberadaannya dinilai kurang maksimal untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Guna menekan angka kecelakaan dan mengurangi fatalitas kecelakaan di lokasi itu, perlu adanya upaya nyata dari pemerintah untuk memberikan solusi di lokasi tersebut. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN