
DENPASAR, BALIPOST.com – Jebolnya pondasi salah satu rumah di Gang Wahyu, Jalan Ahmad Yani, Denpasar pada Kamis (12/2) sore, membuat empat KK terdampak. Tiga di antaranya merupakan penghuni yang kini kehilangan akses ke rumah kosnya.
Pada Jumat (13/2), penghuni kos mulai mengeluarkan sedikit demi sedikit barangnya dari rumah kos. Pada saat pemantauan ke lokasi, kondisi masih sama seperti hari pertama terjadinya fondasi jebol.
Salah seorang penghuni kos-kosan, Ni Made Angreni mengaku tidak berani lagi menempati kosnya. Ia takut kerusakan tambah parah.
Untuk itu, dia mengungsi ke rumah tuan rumah dan ke depannya akan mencari tempat kos lain.
Sementara itu, fondasi rumah tersebut rencananya akan diberi penahan sementara sehingga parit bisa dibersihkan secara perlahan.
Menurut Kepala BPBD Kota Denpasar, Ida Bagus Joni Ariwibawa, pembersihan parit dari bongkaran pondasi yang jebol tersebut akan dilakukan secara manual. “Kalau menggunakan alat berat dari PU, takut ada getaran sehingga membuat rumah yang fondasinya jebol bisa roboh,” katanya.
Pihaknya berencana menggunakan cara manual untuk menangani hal tersebut dengan menggunakan bambu atau penguat untuk menahan fondasi yang jebol.
Pihaknya akan meminta bantuan warga sekitar termasuk pemilik rumah untuk membantu secara manual membersihkan parit serta memperlancar aliran air.
Ida Bagus Joni mengatakan, jebolnya fondasi rumah tersebut menutup akses ke kos-kosan bagian belakang.
Selain itu, rumah yang fondasinya jebol juga tidak bisa ditempati. Dari kejadian tersebut, ada 4 KK dengan 10 orang yang terdampak. (Widiastuti/balipost)










