Kondisi bangunan rumah pascakebakaran Minggu dini hari. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Sebuah rumah kontrakan di Perumahan Banjar Bongan Puseh, Desa Bongan, Kecamatan/Kabupaten Tabanan, terbakar, Minggu (22/2) dini hari. Kebakaran yang diduga dipicu kelalaian penghuni saat memasak itu menghanguskan bangunan beserta isinya. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Peristiwa kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 02.30 WITA. Kasi Humas Polres Tabanan, AKP I Gusti Made Beratha membenarkan kejadian tersebut.

Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, api diduga berasal dari dapur rumah yang dikontrak Suhailik (70), pedagang asal Banyuwangi. “Diduga api muncul akibat kompor gas yang lupa dimatikan saat memasak gula,” jelasnya.

Baca juga:  Terima Informasi di Perumahan Ini Banyak WNA, Imigrasi Lakukan Sidak

Sebelum kejadian, sekitar pukul 00.30 WITA, saksi Fuji Abduloh (24) yang bekerja membantu Suhailik tengah memasak gula untuk dijual sebagai campuran es kelapa muda. Kompor gas menyala di dapur, namun yang bersangkutan kemudian meninggalkan dapur dan menuju ruang tamu sambil bermain telepon genggam. Karena mengantuk, saksi tertidur dan lupa mematikan kompor.

Sekitar pukul 02.30 WITA, saksi terbangun karena merasakan udara panas di dalam rumah. Saat dicek ke dapur, api sudah membesar dan membakar bagian dapur. Ia kemudian berteriak meminta pertolongan warga sekitar dan berupaya memadamkan api secara manual. Namun kobaran api cepat membesar hingga menghanguskan seluruh bangunan. Api baru bisa dipadamkan oleh dua unit mobil damkar.

Baca juga:  Diduga Karena Dupa, Gudang TPS3R Terbakar

Dari hasil olah TKP, bangunan yang terbakar merupakan rumah permanen. Selain seluruh bagian rumah, sejumlah barang elektronik seperti kulkas dan televisi ikut hangus. Empat unit sepeda motor yang berada di dalam rumah juga tak terselamatkan. Akibat kejadian tersebut, pemilik rumah, yang dikenal sebagai Pak Yeyen, diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp250 juta.

Sementara, pengontrak rumah, Suhailik, menderita kerugian sekitar Rp20 juta. Saat ini pemilik rumah belum bisa dihubungi, sedangkan Suhailik diketahui sedang berada di Jawa sehingga belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut.

Baca juga:  Hujan Lebat, Pohon Tumbang Terjang Rumah

“Kasus ini masih dalam penanganan lebih lanjut. Dugaan sementara karena kelalaian penghuni yang lupa mematikan kompor gas saat memasak,” tegas AKP Beratha. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN