Program Studi Manajemen Konvensi dan Perhelatan (MKH) Poltekpar Bali menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Jatiluwih. (BP/Istimewa)

TABANAN, BALIPOST.com – Program Studi Manajemen Konvensi dan Perhelatan (MKH) Poltekpar Bali menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Jatiluwih. Dalam PKM yang merupakan bagian dari pendampingan selama 3 tahun ini, Prodi MKH memberikan pelatihan bahasa asing ke masyarakat setempat untuk menunjang penyelenggaraan Festival Jatiluwih.

Kegiatan berlangsung selama dua hari, 29-30 Juni dengan tema “Pelatihan Bahasa Asing dalam Menunjang Penyelengaraan Festival Jatiluwih, Bagi Masyarakat Desa Jatiluwih, Kabupaten Tabanan,” di Kantor Desa Jatiluwih. Turut hadir juga Kepala Unit P3M yang diwakilkan oleh Koordinator Bidang Penelitian, Made Tirtawati, S.Si., M.Par.

Dalam sambutannya, Tirtawati sangat berterima kasih kepada Kepala Desa Jatiluwih yang telah memfasilitasi dan antusias menyambut kedatangan tim PKM Prodi MKH ini. Dikatakannya, ini merupakan kegiatan PKM yang ketiga kalinya dilakukan Prodi MKH. Diharapkan kegiatan ini bermanfaat sehingga Desa Jatiluwih, khususnya masyarakatnya memiliki skill dan talenta berbahasa asing yang baik kedepannya untuk berhadapan dengan para tamu yang berkunjung ke Desa Jatiluwih.

Baca juga:  Desa Cau Belayu Dampingan Poltekpar Bali Divisitasi Juri dari Kemenparekraf

PKM ini dibuka langsung oleh Kepala Desa Jatiluwih, I Nengah Kartika. Ia menyatakan terima kasih kepada Poltekpar Bali yang terus mendampingi Desa Jatiluwih. “Saya berharap kegiatan ini dengan sungguh-sungguh diikuti oleh para peserta untuk perkembangan dan kemajuan Desa Jatiluwih ini,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan PKM Prodi MKH, Luh Putu Citrawati, SE., M.Si mengatakan tujuan dari Kegiatan PKM ini adalah untuk meningkatkan keterampilan di bidang pengelolaan event serta meningkatkan skill berbahasa asing masyarakat Desa Wisata Jatiluwih, Kecamatan Penebel. Diharapkan peserta mampu mengelola event atau festival dengan baik dan profesional. Juga, mampu berbahasa asing dalam melayani pengunjung, khususnya wisatawan mancanegara.

Baca juga:  Untuk PKB, Buleleng Anggarkan Rp 1,3 Milyar

Dijelaskan, PKM Ini melibatkan 30 peserta yang terdiri dari Badan Pengelola Daya Tarik Wisata Jatiluwih, Karang Taruna (yang dilibatkan dalam pengelolaan Festival Jatiluwih), para pengelola hotel, homestay, dan restaurant. Materi disampaikan oleh narasumber yang berasal dari dosen Prodi MKH dan praktisi event.

Materi pertama adalah “Peran Bahasa Dalam Pelaksanaan Event” oleh Made Sri Purnami, materi kedua “Pembekalan Kemampuan Bahasa Inggris” oleh Dr. Drs. I Ketut Murdana, MA, materi ketiga “Pembekalan Kemampuan Bahasa Prancis” oleh Dra. Ratri Paramita, M.Pd. dan materi keempat “Pembekalan Kemampuan Bahasa Jepang” oleh Dr. Indah Kusumarini, S.Pd., M.Par. Di hari kedua kegiatan PKM adalah praktek bahasa asing langsung oleh para peserta. (Adv/balipost)

Baca juga:  Prodi MAH Poltekpar Bali Beri Pelatihan Keuangan di Penglipuran
BAGIKAN