Kebakaran melanda Taman Edelweis, Karangasem. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pada Kamis (19/5), sejumlah peristiwa terjadi. Berikut lima berita yang menjadi atensi pembaca Balipost Online. Ini, cuplikan peristiwa dan link yang bisa diklik untuk membaca lebih detilnya.

1. Taman Edelweis Kebakaran, Kerugian Capai Ratusan Juta

AMLAPURA, BALIPOST.com – Warga Banjar Dinas Temukus, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem dibuat panik, Rabu (18/5) malam. Hal itu dipicu akibat terjadinya peristiwa kebakaran yang menimpa sejumlah bangunan yang ada di areal Objek wisata Taman Edelweis.

Bidang Riset dan Pengembangan Objek wisata Taman Edelweis, I Nengah Sueca, Kamis (19/5) mengungkapkan, peristiwa kebakaran di Taman Edelweis tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 WITA. Menerima laporan adanya kebakaran itu dirinya langsung bergegas menuju lokasi.

Selengkapnya baca di sini

2. Benarkah Hindu akan Bangkit?

Mengambil momentum Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei, seringkali tercetus pernyataan bernada optimis bahwa Hindu akan mengalami masa kebangkitan. Pernyataan ini tidak saja datang dari kalangan romantisme historis, atau oleh sebab pengaruh etnosentrisme bertendensi chauvinis, termasuk dari kelompok tertentu yang akrab dengan dunia magis berbaur mistis, yang di Bali lazim diberi label sebagai “pangiring sasuhunan”, atau “pangiring pakayunan” — pengikut keinginan yang acapkali tak kesampaian.

Baca juga:  Lansia Perlu Vaksinasi Perkuat Imunitas Melawan Virus Corona

Tak dapat dipungkiri, pada era peradaban modern sekarang, sebagian masyarakat masih dirasuki sindrome romantik historis — romantika kesejarahan. Sehingga mengaburkan antara fakta kesejarahan yang telah dilampaui eranya dengan obsesi kembalinya masa lalu yang sebenarnya telah menjadi jejak sejarah. Romantisme sejarah telah memesona sekaligus menghipnotis pemikiran rasional, seolah realita sejarah masa lalu bisa berpindah ke masa kini.

Selengkapnya baca di sini

3. Pengamanan GDPRR, Libatkan Helikopter hingga Ribuan Personel

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pelaksanaan 7th Global Platform for Disaster Risk Reduction (GDPRR), yang akan digelar di Nusa Dua, mendapat atensi khusus dari pihak kepolisian. Untuk pengamanan rangkaian kegiatan tersebut, personel pengamanan dilibatkan sebanyak 2.832 personil.

Baca juga:  Dinsos Bangli Kremasi Mayat Bayi yang Ditemukan di Lumbuan

Mereka terdiri atas 1.476 personil Polda dan 997 personil dari satuan kewilayahan dan backup 359 personel dari Mabes Polri. Menurut Kapolda Bali Irjen. Pol. Drs. Putu Jayan Danu Putra, S.H., M.Si, Kamis (19/5), pengamanan yang dilakukan, terdiri atas 9 Satgas yaitu intelijen, kedatangan di Bandara, tugas pengawasan, Pengawalan rute dan parkir, pengamanan kegiatan, pengamanan lokasi penginapan, Satgas penindakan, penegakan hukum, dan bantuan operasi.

Selengkapnya baca di sini

4. Diseruduk Truk Pemkab Badung, Mobil Terpental Tabrak Pemotor

MANGUPURA, BALIPOST.com – Tabrakan beruntun terjadi di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, tepatnya depan Puspem Badung, Kamis (19/5). Mobil dikemudikan I Nyoman Purnawan, SE (50) diseruduk truk Pemkab Badung hingga terpental.

Selanjutnya mobil tersebut menabrak pengendara sepeda motor (pemotor). Kasi Humas Polres Badung Iptu Ketut Sudana menyampaikan, kejadiannya pukul 07.30 WITA.

Baca juga:  Realisasi Capai 70 Persen, Proyek Shortcut Singaraja-Mengwitani Ditarget Rampung November

Selengkapnya baca di sini

5. Dana KUR Dikorupsi, Terdakwa Akui Dipakai Makan dan Dugem

DENPASAR, BALIPOST.com – Perkara dugaan korupsi penyaluran KUR satu bank BUMN di Denpasar, Kamis (19/5) memasuki pemeriksaan ahli dan terdakwa. Riza Kerta Yudha Negara, yang merupakan mantan karyawan di bank plat merah sebagai terdakwa mengaku uang dipakai makan dan dugem.

Jaksa penunut umum (JPU) I Ketut Kartika Adnyana, I Made Agus Mahendra Iswara, dkk., menghadirkan Ahli Keuangan Negara, Dr. Made Gde Subha Karma Resen, S.H.,M.Kn., dan Ahli BPKP Murtapa, S.E. Di hadapan majelis hakim pimpinan I Putu Gede Novyarta dengan hakim anggota Soebekti dan Nelson, ahli Subha dimintai keterangan di antaranya soal komisi dan lain sebagainya.

Selengkapnya baca di sini

BAGIKAN