
DENPASAR, BALIPOST.com – Kasus kematian ratusan pohon mangrove di kawasan Benoa kembali mendapat sorotan. Tiga organisasi lingkungan di Bali melaporkan langsung persoalan tersebut kepada Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq saat kunjungan kerjanya di Denpasar, Kamis (5/3).
Perwakilan warga dari Gerakan Bersih-Bersih Bali, Gasos Bali, dan Belati Bali menyerahkan hasil penelitian terkait kematian mangrove yang terjadi di kawasan pesisir tersebut. Penelitian dilakukan oleh tim dari Rumah Sakit Pertanian Universitas Udayana.
Dalam penelitian itu disebutkan bahwa kematian mangrove diduga berkaitan dengan paparan hidrokarbon yang didominasi bahan bakar minyak jenis solar.
Perwakilan Gerakan Bersih-Bersih Bali, IGNA Agus Norman Sasono, mengatakan laporan tersebut disampaikan langsung kepada Menteri Lingkungan Hidup di sela kunjungannya ke lokasi percontohan pengelolaan sampah berbasis sumber di Denpasar.
“Kita sudah serahkan dokumen analisis dari dosen-dosen Udayana yang lakukan penelitian itu. Pak Menteri langsung atensi katanya nanti akan ke lokasi karena mumpung di Bali. Mungkin nanti akan survey ke lokasi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (5/3).
Menurut Norman, pemerintah pusat berencana menurunkan tim untuk melakukan pendalaman guna memastikan penyebab kematian mangrove tersebut.
Ia menilai persoalan ini perlu mendapat perhatian serius mengingat mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Kerusakan vegetasi tersebut juga dinilai dapat berdampak pada kehidupan masyarakat di kawasan pantai.
“Kita berharap ada advokasi lanjutan karena menurut kami segala jenis kerusakan mangrove harus dipertanggungjawabkan. Karena mangrove ini tanamnya susah, tumbuhnya juga susah jadi kita tidak ingin tanam begitu saja tapi juga dirawat termasuk juga pemulihan lingkungan karena sudah tercemar,” tegasnya.
Sebelumnya, tiga organisasi tersebut juga telah melaporkan kasus kematian mangrove di Benoa ke Polda Bali. Laporan itu terkait dugaan tanggung jawab PT Pertamina Patra Niaga Jatim Bali Nusra atas pencemaran yang diduga menyebabkan mangrove mati.
Norman menyebut pihaknya telah mendapat informasi dari penyidik bahwa laporan tersebut sedang diproses. Mereka berharap proses hukum berjalan transparan sehingga penyebab pasti kematian mangrove dapat terungkap sekaligus memastikan adanya pemulihan lingkungan di kawasan tersebut. (Ketut Winata/balipost)










