
DENPASAR, BALIPOST.com – Pemotongan babi di Rumah Potong Hewan (RPH) Pesanggaran mengalami peningkatan jelang Hari Raya Galungan. Peningkatan ini terjadi sejak H-4 Galungan.
Kepala UPTD RPH, Dinas Pertanian Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Sunartha, Senin (15/6) mengatakan, hingga H-2 Galungan ini jumlah babi yang dipotong di RPH mencapai 640 ekor. Sementara itu, jumlah babi yang dipotong pada Galungan enam bulan lalu hanya mencapai 597 ekor.
Kenaikan pemotongan babi sudah terjadi sejak Sabtu (13/6), tercatat sebanyak 112 ekor. Sementara pada Minggu (14/6) sebanyak 196 ekor dan pada Senin (15/6) sebanyak 332 ekor. “Untuk Senin ini pemotongan dilakukan dua kali. Hari ini puncaknya,” ujar Sunartha.
Sementara untuk Galungan enam bulan lalu, jumlah pemotongan babi pada H-4 mencapai 101 ekor, H-3 mencapai 246 ekor dan H-2 sebanyak 250 ekor. Dibandingkan hari-hari biasa, rata-rata jumlah pemotongan babi setiap harinya mencapai 70 ekor. Jika ditambahkan pemotongan yang dilakukan perusahaan, jumlah potong per hari mencapai 150 hingga 200 ekor per hari. “Jelang Galungan pada Sabtu lalu atau H-4 pemotongan oleh perusahaan sudah distop. Fokus ke Galungan,” ujar Sunartha.
Disinggung terkait harga, Sunartha mengatakan, untuk babi hidup di RPH saat ini harganya Rp38.000 per kilogram dan di peternak harganya Rp36.000 per kilogram. Sementara untuk harga daging Rp90.000 per kilogram.
Sementara itu, sebelumnya Ketua Gabungan Peternakan Rakyat Indonesia (GUPBI), I Ketut Hari Suyasa mengharapkan harga babi bisa menyentuh Rp40.000 kilogram. Angka tersebut sesuai dengan harga pokok produksi (HPP) peternak. Artinya, harga Rp38.000 per kilogram tersebut belum membuat peternak untung pada Galungan kali ini. (Widiastuti/balipost)










