Gubernur Bali, Wayan Koster didampingi Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga mengunjungi Kedai Tangkil di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 23, Dajan Peken, Tabanan, Sabtu (1/8), serangkaian Tumpek Krulut. (BP/man)

SINGASANA, BALIPOST.com – Gubernur Bali Wayan Koster mengunjungi Kedai Tangkil di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 23, Dajan Peken, Tabanan, Sabtu (1/8), dalam rangkaian perayaan Tumpek Krulut. Koster tiba di lokasi sekitar pukul 11.10 WITA dan langsung disambut antusias warga yang telah memadati area kedai sejak pagi hari.

Kedatangan orang nomor satu di Bali itu turut didampingi Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga. Kehadiran keduanya menambah semarak suasana di salah satu kedai kopi yang menjadi lokasi pelaksanaan program traktiran kuliner gratis tersebut.

Di sela-sela kegiatan, Koster menegaskan bahwa perayaan Tumpek Klurut tidak hanya menjadi momentum untuk memperkuat nilai kebersamaan, tetapi juga untuk menggerakkan perekonomian masyarakat melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Hari ini kami meluangkan waktu untuk merayakan Tumpek Klurut sekaligus menikmati kuliner dan kopi bersama masyarakat di Kedai Tangkil di Tabanan,” ujarnya.

Baca juga:  Bengkel Motor Ludes Terbakar

Menurut Koster, UMKM memiliki peran penting dalam menopang perekonomian Bali. Karena itu, ia berencana menerbitkan surat edaran yang ditujukan kepada aparatur pemerintah kabupaten dan kota di seluruh Bali agar secara rutin mengunjungi pusat-pusat kuliner dan usaha lokal setiap hari Jumat.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan.”Pegawai pemerintah di seluruh Bali nantinya diharapkan dapat menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membeli produk lokal. Dengan begitu, perputaran ekonomi akan semakin kuat dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

Koster menilai Tabanan memiliki potensi UMKM yang besar, terutama di sektor kuliner dan industri kreatif. Oleh karena itu, dukungan terhadap pelaku usaha lokal harus terus diperkuat agar mereka mampu berkembang dan bersaing.

Baca juga:  Jaringan Bioskop Indonesia akan Buka Kembali, Ini Jadwalnya

Sementara itu, Pemilik Kedai Tangkil, Ida Bagus Made Ariyoga, mengaku lonjakan pengunjung mulai terlihat sejak kedai dibuka pada pukul 07.00 WITA. Tingginya minat masyarakat membuat sejumlah pelaku UMKM yang menitipkan produknya di lokasi tersebut harus melakukan pengisian ulang stok.

“Respons masyarakat sangat luar biasa. Dari jam tujuh pagi kami sudah mulai melayani pengunjung dan beberapa produk langsung habis. Bahkan ada pelaku UMKM yang kembali mengisi stok dagangannya,” ujarnya.

Menurut Ariyoga, produk yang paling banyak diminati adalah aneka kopi, minuman non alkohol, serta berbagai jenis jajanan tradisional, baik jajanan basah maupun jajanan kering.

Ia menjelaskan, Kedai Tangkil memang lebih banyak menawarkan aneka minuman dan makanan ringan. Sementara itu, menu makanan berat tidak menjadi sajian utama di tempat tersebut.

Baca juga:  Januari-November 2025, Nilai Ekspor Produk Karantina dari Bali Capai Rp4,07 Triliun

“Di sini kami fokus pada kopi dan minuman non alkohol. Ada juga camilan seperti kentang goreng, olahan ayam, mi instan, dan berbagai makanan ringan lainnya,” katanya.

Program traktiran gratis dalam rangka Tumpek Klurut itu dinilai membawa dampak besar bagi pelaku UMKM. Ariyoga menyebut jumlah pengunjung meningkat tajam dibandingkan hari-hari biasa.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan melibatkan lebih banyak pelaku usaha. Menurutnya, banyak kedai kopi dan pelaku UMKM lain di Tabanan yang juga layak mendapatkan kesempatan yang sama.

“Semoga program ini bisa terus berjalan dan menjangkau tempat-tempat lainnya. Banyak teman-teman saya yang memiliki usaha serupa dan mereka juga pantas mendapatkan kesempatan yang sama,” harapnya. (Ngurah Manik/balipost)

BAGIKAN