Petugas menyiapkan vaksin COVID-19 dosis ketiga. Pemerintah terus menggenjot pelaksanaan vaksinasi boster untuk mempercepat terciptanya kekebalan komunal. (BP/Dokumen)

BANGLI, BALIPOST.com – Upaya percepatan vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Bangli terus dilaksanakan. Hingga saat ini cakupan vaksinasi dosis tiga atau booster di Bangli telah mencapai 47,3 persen.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangli dr. Nyoman Arsana terus mengajak masyarakat untuk menyadari pentingnya vaksinasi. Diakuinya, masih ada masyarakat yang malas ikut vaksinasi.

Arsana mengatakan kegiatan vaksinasi covid-19 terus dilaksanakan pihaknya setiap hari. Untuk mempercepat capaian vaksinasi, pihaknya juga bekerjasama dengan sejumlah instansi seperti TNI dan Polri.

Baca juga:  Di Bangli, Vaksinasi COVID-19 Usia 6-11 Tahun Belum Capai 100 Persen

Termasuk Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Bali yang pada Jumat (1/4) menggelar kegiatan vaksinasi di Lapas Narkotika Kelas II A Bangli di Banjar Buungan, Desa Tiga, Susut. Diungkapkan Arsana, sampai saat ini masih ada masyarakat yang enggan divaksin. Alasannya beragam.

Selain karena sakit, menurutnya ada juga yang malas ikut vaksinasi karena masih belum menyadari pentingnya vaksin bagi kekebalan tubuh terhadap serangan COVID-19. “Padahal sekarang ini terjadi penurunan (kasus) karena dampak vaksin,” terangnya.

Baca juga:  Kasus Masih Tinggi, Tiga Kelurahan di Bangli Ini Disasar Vaksinasi

Untuk meningkatkan pemahaman terkait pentingnya vaksinasi, Arsana mngaku pihaknya terus berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat. Pihaknya pun menbgharapkan semua komponen ikut aktif untuk mengedukasi pentingnya vaksinasi Covid-19.

Sementara itu, Kepala BIN Daerah Bali Hadi Purnomo mengatakan kegiatan vaksinasi ini dilaksanakan untuk meningkatkan herd imunity atau kekebalan kelompok, khususnya di wilayah Lapas. “Karena di lapas ini kehidupannya bersama-sama, sehingga sangat mudah penularannya. Jangan sampai itu terjadi,”katanya.

Baca juga:  Delapan Kabupaten/Kota di Bali Masuk Zona Merah COVID-19, Bali Diminta Pertimbangkan "Lockdown"

Sementara itu, Kepala Lapastik Kelas II A Bangli Agus Pritiatno mengatakan hampir 99 persen penghuni Lapastik sudah divaksin. Ada beberapa yang belum divaksin karena menderita penyakit bawaan. “Sebanyak 80 pertugas kami juga sudah divaksin semua,” kata Agus Pritianto. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN