Komisi V DPR RI melakukan peninjauan pemeriksaan dokumen keimigrasian di terminal kedatangan Internasional Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Ngurah Rai, Senin (21/2). (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Komisi V DPR RI melakukan peninjauan pemeriksaan dokumen keimigrasian di terminal kedatangan Internasional Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Ngurah Rai, Senin (21/2). Pelayanan yang dicek adalah pengguna dan tamu VVIP KTT G-20 yang nantinya melalui Bandara Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai yang diwakili oleh Kepala Bidang TPI, Baron Perkasa Putra menjelaskan seluruh fasilitas yang tersedia terkait pemeriksaan keimigrasian telah siap. Ia mengatakan telah disediakan konter khusus bagi tamu VVIP KTT G-20, untuk mendukung kegiatan tersebut.

Baca juga:  Ini, Penyumbang Kasus COVID-19 Harian Terbanyak Juga Laporkan Tambahan Korban Jiwa

Sejalan dengan persiapan KTT G-20 dan telah dibukanya kembali Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sebagai salah satu pintu masuk orang asing ke Indonesia, Menkumham Yasonna H Laoly memberikan kemudahan bagi WNA yang hendak datang ke Indonesia dengan meluncurkan layanan E-Visa. Melalui E-Visa, WNA yang hendak menuju Indonesia dapat mengurus visa dengan lebih mudah secara daring.

Sebelumnya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Bali, Jamaruli Manihuruk, mengatakan, dalam menyambut perhelatan dunia KTT G20, sejumlah fasilitas, seperti counter pemeriksaan dokumen keimigrasian sebanyak 16 unit yang telah ada di Bandara Ngurah Rai, akan dioptimalkan. Termasuk juga nanti untuk menangani kedatangan penumpang di luar delegasi, apabila saat itu memang kondisi penerbangan kembali normal.

Baca juga:  Tahun Ini, Imigrasi Denpasar Deportasi 45 WNA

Dari 16 counter pemeriksaan dokumen keimigrasian tersebut, akan ada tiga counter yang disediakan untuk jalur VIP. Sementara, 13 counter lainnya, di terminal kedatangan komersil.

Lebih lanjut menurutnya, penyediaan tiga counter ini untuk mengakomodir tamu atau delegasi setingkat menteri. Untuk menunjang kelancaran, masing-masing counter VIP akan diisi oleh dua petugas. “Satu counter untuk jalur VIP sebenarnya sudah cukup. Namun, kita tetap mengantisipasi agar semuanya berjalan aman dan lancar. Nantinya, di tiga counter itu ada 6 personel dari Imigrasi Ngurah Rai,” ucap Jamaruli. (Yudi Karnaedi/balipost)

Baca juga:  Ini, Rekomendasi Pansus kepada Presiden untuk Perbaikan Sistem Antikorupsi
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *