Beberapa siswi sekolah menengah pertama menunggu jemputan orang tuanya di Denpasar. Akibat munculnya klaster sekolah, pemerintah Kota Denpasar memperketat pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM). (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Munculnya kasus positif COVID-19 pada sejumlah siswa seiring berlakunya pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen, membuat Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Denpasar kembali mengingatkan penerapan protokol kesehatan. Sekolah diminta memperketat penerapan prokes.

Menurut Kadis Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Kadisdikpora) Denpasar, A.A.Gede Wiratama, Kamis (27/1), pihaknya sudah melakukan rapat dengan kepala SMP se-Denpasar terkait antisipasi hal ini. “Kami sudah rapat dan kami tekankan agar memperketat penerapan protokol kesehatan,” kata mantan Kabid SMP ini.

Baca juga:  Kematian Akibat COVID-19 di Denpasar Bertambah 2 Digit, Pasien Meninggal 86 Persennya Belum Vaksinasi

Selain itu, pihaknya juga meminta memperketat kepulangan dan penjemputan. Orangtua harus melakukan penjemputan sesuai dengan jam yang disepakati. “Kami juga ingatkan orang tua lewat pihak sekolah agar saat pulang anaknya langsung diajak pulang dan tidak mampir-mampir dulu. Ini riskan soalnya,” katanya.

Sementara itu, jika nantinya ada siswa yang terkonfirmasi COVID-19 di Denpasar, mengaku akan menghentikan sementara PTM di sekolah bersangkutan. Selain itu, juga akan dilaksanakan proses testing serta isolasi untuk langkah pencegahan penularan semakin meluas.

Baca juga:  Tabanan Rekrut Nakes Penanganan COVID-19, Kuota Tak Terpenuhi

“Mudah-mudahan tidak ada yang kena. Namun jika ada yang kena, maka PTM di sekolah bersangkutan kami hentikan dua minggu,” katanya.

Dikatakan, saat ini sekolah tingkat SD dan SMP di Denpasar masih tetap memberlakukan PTM. “Astungkara hingga saat ini belum ada yang kena (Covid-19). Mudah-mudahan semua taat dengan prokes,” katanya.

Sebelumnya, pada November 2021 lalu, ketika dilakukan tes PCR untuk peserta Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara sampling di Kota Denpasar, ditemukan sebanyak 37 siswa maupun guru yang positif COVID-19. Jumlah siswa terkonfirmasi COVID-19 sebanyak 31 orang, sementara 6 orang lainnya merupakan guru. (Asmara Putera/balipost)

Baca juga:  Kerugian Gempa Lombok di Bali Capai 21 Miliar Lebih
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *