Petugas membawa vaksin COVID-19 yang baru tiba, Jumat (1/10/2021). (BP/Dokumen Satgas COVID-19 Nasional)

JAKARTA, BALIPOST.com – Sebanyak 155 kab/kota mengalami kenaikan kasus dalam sepekan terakhir, dibandingkan pekan lalu. Dari jumlah itu, dua kota mengalami kenaikan kasus selama 3 minggu berturut-turut yaitu Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta dan Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Untuk itu perlu peningkatan pengawasan kasus harian, untuk pencegahan agar tidak terjadi kenaikan level situasi pandemi di Indonesia. “Pemerintah menerjunkan tim khusus memantau dan mengawasi pelaksanaan Prokes COVID-19 di area publik demi mengantisipasi lonjakan kasus dan gelombang tiga. Kesadaran masyarakat pada protokol kesehatan mulai berkurang,” tegas Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi, di Bandara Ahmad Yani Semarang pukul 09:30 dan Bandara Soekarno-Hatta pukul 10:00 WIB, disela kedatangan vaksin.

Saat ini, Indonesia kembali kedatangan dua tahap vaksin sekaligus yakni ke-118 dan ke-119 dalam jumlah lebih dari dua juta dosis vaksin Pfizer. Vaksin ini akan langsung didistribusikan ke 10 provinsi. Vaksin tahap ke-119 tiba pada Jumat (12/11) di Bandara Soekarno-Hatta pukul 09:00 dan di Bandara Ahmad Yani Semarang pukul 09:30 WIB.

“Jumlah vaksin Pfizer yang tiba dosis tahap ke-118 dan ke-119 sebanyak 2.293.200. Sehingga secara total vaksin yang telah tiba di tanah air, dari berbagai merek, dalam bentuk bulk atau jadi sebanyak 332.671.550,” ujar dr. Nadia, Kamis (11/11/2021).

Baca juga:  ‘’Ngarebong Ngubeng’’ Dengan Prokes Covid-19

Dia menegaskan, vaksinasi menjadi salah satu upaya penting dalam pengendalian pandemi COVID-19 bersama dengan upaya testing, lacak, dan isolasi serta kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Dalam kesempatan itu, dr. Nadia juga mengungkapkan, untuk situasi pandemi, meskipun level pandemi di Indonesia sudah mulai menurun, namun kenaikan kasus masih terdeteksi di beberapa kabupaten/kota.

Sementara itu, untuk vaksin Pfizer yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta akan dikirim ke lokasi serah yakni Dinkes Sulawesi Tengah, Dinkes Sulawesi Selatan, Dinkes Sumatera Utara, Dinkes Sulawesi Barat, Dinkes Sulawesi Tenggara, Dinkes Sulawesi Utara, Dinkes Maluku, Instalasi Farmasi Maluku, dan Dinkes Jawa Barat.

Vaksin yang tiba di Bandara Ahmad Yani Semarang dikirim ke Dinkes Jawa Tengah dan DIY. “Vaksin Pfizer yang datang kali ini segera disebarluaskan ke sejumlah daerah, meliputi Jabar, Jateng, DIY, Sumut, hampir seluruh provinsi di Sulawesi, dan Maluku,” ujarnya.

Baca juga:  Prihatin Korban Gempa, Ini Dilakukan Istri Tentara

Hal ini seiring langkah pemerintah meningkatkan capaian vaksinasi di daerah-daerah. Saat ini sudah ada 21 ibu kota provinsi sudah mencapai target lebih 70% di bulan November. Untuk itu, pemerintah terus memastikan ketersediaan vaksin untuk dalam negeri di tengah keterbatasan ketersediaan vaksin di level global. “Jika dibandingkan data kita dengan data global untuk vaksinasi, kita masuk dalam peringkat ke-5 untuk jumlah orang yang mendapatkan vakasinasi minimal 1 dosis dan juga dari jumlah dosis yang diberikan,” kata dr. Nadia.

Terkait vaksinasi ini, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito mengajak agar masyarakat memaknai peringatan Hari Pahlawan pada 10 November sebagai momentum melanjutkan perjuangan para pahlawan. Namun, hari ini, perjuangan itu harus dilakukan menghadapi pandemi COVID-19 hingga Indonesia terbebas dan menuju Endemi COVID-19. “Mari kita terus bekerja keras dan berkolaborasi untuk berjuang menghadapi Pandemi Covid-19 sehingga Indonesia dapat segera merdeka dari pandemi ini,” katanya dalam Keterangan Pers Perkembangan Penanganan di Graha BNPB, Kamis (11/11/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Baca juga:  Negosiasi Divestasi Saham Freeport, Waspadai Asing Berkedok Swasta Nasional

Ia memaparkan, selama ini Indonesia telah berjuang keras dalam melawan pandemi COVID-19. Seperti dalam program vaksinasi, Pemerintah terus mencukupi kebutuhan vaksin dengan mendatangkannya dari luar negeri. Pemerintah menargetkan 123 juta penduduk mendapat vaksin COVID-19 dosis lengkap akhir tahun 2021.

Kabar baik lainnya adalah capaian babak baru vaksinasi COVID-19 di Indonesia. Pekan lalu, Indonesia berhasil menyuntikkan lebih dari 200 juta dosis vaksin, yang menempatkan negeri ini dalam peringkat 5 besar negara dengan jumlah vaksinasi terbanyak di dunia. “Terima kasih atas peran kita semua dalam upaya panjang untuk bersama-sama menghentikan laju pandemi ini,” lanjutnya.

Disamping itu, Pemerintah terus mengapresiasi kerja keras para tenaga kesehatan. Melalui Kementerian Kesehatan pada 10 – 13 November 2021 di Jakarta, menyelenggarakan acara Pemberian penghargaan Bidang Kesehatan bagi tenaga Kesehatan dan Sumber Daya Manusia Penunjang Tingkat Nasional Indonesia.

Penghargaan diberikan secara khusus kepada para tenaga kesehatan dan penunjang yang telah memberikan waktu, tenaga, serta baktinya kepada rakyat Indonesia selama hampir 2 tahun terakhir menghadapi pandemi Covid-19. (Agung Dharmada/Balipost)

BAGIKAN