Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso saat memberikan keterangan. (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebut hantavirus bukanlah virus baru. Penularannya juga dapat dicegah.

Menurut Ketua Umum PP IDAI Dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp. A, Subsp. Kardio (K), Jumat (8/5), pencegahan dapat dilakukan dengan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Sebagai masyarakat, sebagai orang tua, jangan panik dulu karena belum tentu juga apa yang terjadi itu (virus) bisa menularnya seperti COVID-19,” katanya dikutip dari Kantor Berita Antara.

Piprim menyampaikan bahwa virus hanta berasal dari hewan pengerat seperti tikus dengan penularan antarmanusia hanya dapat terjadi jika melakukan kontak erat yang berkepanjangan dengan pihak yang tertular.

Baca juga:  Pemerintah "Kick Off" Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun di 3 Lokasi

Sifat dari virus itu pun dinyatakan berbeda dengan COVID-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 cara penularannya melalui percikan pernapasan (droplets).

Meski demikian, belum ada vaksin yang dapat melindungi masyarakat dari virus hanta.

“Jadi memang kuncinya ada di perilaku hidup bersih dan sehat. Rajin cuci tangan, higienis dan sanitasi,” ucap dia.

Piprim menyebut penerapan PHBS juga mencakup menjaga lingkungan, utamanya tempat penyimpanan makanan, tetap bersih dan terbebas dari tikus.

Baca juga:  PAN Rekomendasikan Zulkifli Hasan Bakal Capres 2019

Menurut dia, dengan terangkatnya isu virus hanta dapat dijadikan sebagai momentum untuk mengingatkan kembali masyarakat terkait penerapan hidup yang bersih.

Pakar infeksi penyakit tropik IDAI Prof. Dr. Dominicus Husada, dr., DTM&H., MCTM(TP)., Sp.A., Subsp.IPT., CTH menambahkan bahwa sampai saat ini Indonesia belum pernah melaporkan adanya penularan virus hanta jenis Andes yang ramai dikaitkan dengan kapal pesiar MV Hondius.

Guru Besar Bidang Ilmu PD3I Kedokteran Universitas Airlangga itu mengatakan virus hanta jenis Andes sampai sekarang diketahui baru menyebar di kawasan Amerika Selatan, Argentina, dan Chili.

Baca juga:  Presiden Jokowi Ajak Vote, Video Pariwisata Indonesia Juara Umum di UNWTO

Meski demikian, dia berharap masyarakat dapat tetap menjaga kebersihan seperti rajin membersihkan kotoran dan kencing tikus menggunakan desinfektan, dan menghindari daerah berdebu yang berisiko menjadi sarang tikus.

“Tetap kuncinya adalah menjaga kebersihan masing-masing melalui perilaku hidup bersih dan sehat. Tidak ada keraguan-keraguan dalam kondisi apa pun, terhadap penyakit apa pun,” katanya. (kmb/balipost)

BAGIKAN