
DENPASAR, BALIPOST.com – Munculnya kasus Hantavirus di Indonesia membuat jajaran kesehatan di Bali meningkatkan kewaspadaan dini terhadap potensi penyebaran penyakit menular tersebut.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali memastikan pengawasan terus dilakukan melalui sistem surveilans penyakit yang sudah berjalan, termasuk pemantauan kasus suspek yang memiliki faktor risiko mengarah pada infeksi Hantavirus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bali, I Gusti Ayu Raka Susanti, mengatakan Bali saat ini tetap dalam kondisi waspada meski belum ditemukan laporan kasus Hantavirus di daerah ini.
Menurutnya, pengawasan dilakukan melalui sistem surveilans terpadu yang selama ini digunakan untuk memantau berbagai penyakit berpotensi kejadian luar biasa (KLB). “Kami tetap waspada dengan sistem surveilans yang sudah berjalan, memantau perkembangan kasus suspek yang mengarah faktor risiko Hantavirus atau penyakit lain yang berpotensi KLB,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (9/5).
Ia menjelaskan, pemantauan dilakukan melalui fasilitas pelayanan kesehatan hingga jejaring pelaporan penyakit di kabupaten/kota. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendeteksi dini kemungkinan adanya kasus dengan gejala yang mengarah pada infeksi virus tersebut.
Terkait pengawasan di pintu masuk internasional maupun domestik, Raka Susanti menegaskan hal itu menjadi kewenangan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) atau Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Meski demikian, Dinkes Bali mengaku terus melakukan koordinasi intensif dengan instansi terkait guna memperkuat langkah antisipasi.
“Pengawasan di pintu masuk merupakan ranah BBKK/KKP, dan kami selalu berkoordinasi dengan BBKK,” katanya.
Diketahui, Hantavirus merupakan penyakit yang ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus, melalui urine, air liur, maupun kotoran yang terkontaminasi. Infeksi ini dapat menimbulkan gejala mulai dari demam, nyeri otot, hingga gangguan pernapasan serius pada kasus tertentu.
Dengan tingginya mobilitas wisatawan dan aktivitas perdagangan di Bali, kewaspadaan lintas sektor dinilai penting untuk mencegah potensi masuknya penyakit menular baru ke Pulau Dewata.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak dengan hewan pengerat liar guna menekan risiko penularan. (Ketut Winata/balipost)










