Seorang petani membajak sawah di areal subak wilayah Badung. (BP/eka)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Wakil rakyat di DPRD Badung mendorong pemerintah untuk menjaga eksistensi sektor pertanian. Hal ini menjadi perhatian serius tengah tekanan alih fungsi lahan yang semakin masif.

Anggota DPRD Badung dari Fraksi Golkar, Made Suparta, menegaskan pentingnya langkah konkret pemerintah untuk menjaga eksistensi sektor pertanian. Ia menilai, minat petani untuk mempertahankan lahannya harus didukung dengan kebijakan yang tepat dan berkelanjutan.

Made Suparta menyoroti bahwa pemerintah tidak boleh setengah hati dalam memperhatikan kebutuhan petani. Dukungan tersebut, menurutnya, harus dilakukan secara intensif dan menyentuh langsung kebutuhan di lapangan agar petani tetap produktif dan tidak beralih profesi.

Baca juga:  Ikuti 24 Materi di PKB, Badung Siapkan Anggaran Rp 7,7 Miliar

“Dalam rangka meningkatkan minat para petani untuk mempertahankan lahan pertaniannya, dibutuhkan upaya-upaya dari pemerintah untuk lebih intensif memperhatikan kebutuhan petani antara lain; peningkatan pemberian saprodi kepada para petani berupa penyediaan bibit, pupuk, obat-obatan, bantuan pengadaan peralatan pertanian yang tepat guna serta pendamping penyuluh pertanian terpadu dalam meningkatkan hasil pertanian secara maksimal,” terangnya, Jumat (17/7).

Selain dukungan sarana produksi, Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dengan kalangan akademisi dan lembaga penelitian. Sinergi ini dinilai mampu memberikan solusi berbasis kajian ilmiah terhadap kondisi lahan pertanian di Badung.

Baca juga:  Pembukaan Pelatihan Perempuan Penggerak Akar Rumput

“Dalam rangka meningkatkan hasil produksi pertanian diperlukan kerja sama dengan akademisi dan lembaga penelitian untuk dapat mengetahui kelayakan lahan pertanian sesuai fungsi lahan pertanian yang ada,” katanya.

Tak hanya itu, Made Suparta juga menyoroti pentingnya jaminan terhadap hasil panen petani. Ia meminta pemerintah hadir dalam membantu proses distribusi dan pemasaran hasil pertanian agar petani tidak merugi saat panen melimpah.

“Memberikan jaminan hasil panen produk-produk pertanian berupa bantuan penyaluran dan pemasaran; memberikan jaminan asuransi terhadap para petani yang mengalami gagal panen,” ujarnya.

Baca juga:  Terminal Keberangkatan di Mengwi Gunakan GeNose

Lebih jauh, Ia mendorong pemerintah untuk mulai mempertimbangkan pembangunan industri pengolahan hasil pertanian. Langkah ini diyakini mampu meningkatkan nilai tambah produk sekaligus menjamin penyerapan hasil panen secara berkelanjutan.

“Perlu dipertimbangkan untuk mengadakan industri pengolahan hasil pertanian. hal ini diharapkan akan mampu menjamin serapan hasil panen dan meningkatkan nilai jual hasil panen berupa produk-produk industri pertanian,” pungkasnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, Made Suparta optimistis sektor pertanian di badung dapat tetap bertahan dan berkembang di tengah tantangan modernisasi, sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah. (Parwata/balipost)

BAGIKAN