Seniman Bali mementaskan tarian saat pembukaan Toko Uniqlo kedua di Bali, Jumat (8/10). (BP/kmb)

DENPASAR, BALIPOST.com – Di tengah pandemi COVID-19, seniman dan UMKM Bali merasakan dampak yang sangat besar. Pasalnya, saat pariwisata dibatasi, pertunjukkan seni maupun permintaan produk UMKM berkurang drastis dalam 1,5 tahun belakangan.

Menurut Daniel Pieter Sumual, Marketing Director & E-Commerce Head Business Unit Uniqlo Indonesia, pihaknya membantu seniman dan UMKM Bali untuk bangkit, dengan memberikan ruang kreasi bagi dua sektor ini. Dukungan dari perusahaan ritel global dari Jepang ini, lanjutnya, merupakan upaya membantu kedua sektor bangkit kembali di tengah pandemi.

Baca juga:  Konser Daring "Holiday Rock" Hadirkan Isyana dan Teddy

Dalam pembukaan toko kedua di Bali, Jumat (8/10), dijelaskannya, puluhan seniman diajak tampil dan diberikan apresiasi karena telah berdedikasi melestarikan budaya lokal. Total ada 30 seniman Bali menjadi pengunjung pertama dari toko ke-42 se-Indonesia ini yang berlokasi di Level 21 Mall Denpasar.

“Kami ingin memberikan apresiasi kepada para seniman tradisi Bali yang telah berdedikasi dalam melestarikan budaya Bali dengan mengajak mereka untuk menjadi pengunjung pertama yang menikmati koleksi LifeWear bersama Happy Salma sebelum resmi dibuka untuk masyarakat umum,” ujarnya.

Baca juga:  Cuti Lebaran Menyesuaikan Tugas Penting Kedinasan

Happy Salma yang merupakan seniman Ibu Kota namun sudah menetap di Bali mengaku berkesenian itu tidak mudah dan membutuhkan kenyamanan dalam berkarya. Salah satunya melalui pakaian yang digunakan saat latihan, menciptakan koreografi, hingga waktu pertunjukan. “Saya sangat senang dan bangga seniman diberi kesempatan untuk berekspresi di ruang publik. Menurut saya rekan-rekan perlu perlu diberikan ruang yang lebih. Bentuk apresiasi seperti ini sangat dibutuhkan di saat seperti ini agar mereka bisa semakin semangat lagi dalam berkarya,” ujarnya.

Baca juga:  Imlek Segera Tiba, Pakaian Bernuansa Merah Diminati

Ditambahkan Humas PR Uniqlo Indonesia, Stephanie Saragih, di toko terbarunya, ditampilkan produk dan informasi dari UKM terpilih melalui program “Kolaborasi Neighborhood.” Program ini merupakan upaya membantu pelaku bisnis lokal agar bisa terus berkembang semakin baik lagi. “Pemilihan UKM dan produk yang ditampilkan akan dikaji setiap 6 bulan sehingga memberikan kesempatan lebih banyak bagi UKM lainnya. Total ada 8 UKM yang sudah dikurasi dan memamerkan produknya, dari aksesoris hingga keperluan rumah tangga,” ulasnya. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN