Menteri BUMN, Erick Thohir didampingi Bupati Jembrana, Nengah Tamba meninjau produk UKM. (BP/Istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Kabupaten Jembrana menjadi salah satu kabupaten di Bali dengan perekonomian stabil karena fokus pada sektor pangan (pertanian secara luas). Fokus di luar pariwisata ini diminta untuk terus didorong, karena menjadi kekuatan ekonomi di masa pandemi saat ini.

Hal itu disampaikan Menteri BUMN RI, Erick Thohir, usai mengunjungi Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Minggu (19/9). Dalam keterangannya, Erick melihat Jembrana agar berbeda dengan Kabupaten lain di Bali yang bergantung pada pariwisata.

Jembrana menjadi salah satu kabupaten yang relatif stabil perekonomiannya karena fokus ke pangan. Karena itu, ia mendorong agar Kabupaten Jembrana menjadi lumbung pangan di Bali. “Kami mendorong agar jadi lumbung pangan. Jadi kekuatan sendiri (perekonomian). Kita ambil contoh di Lampung, jadi terbaik karena hasil pangan. Begitu juga Banyuwangi juga salah satunya hasil pangan,” terangnya.

Baca juga:  Merger Pelindo Sudah Disahkan

Menteri juga menyampaikan agar Bupati Jembrana I Nengah Tamba melihat beberapa ricefield yang bekerjasama BUMN dengan Gapoktan. “Siapa tahu ini bisa menjadi kerjasama ke depan. Bupati dan BUMN, untuk memberikan solusi pada petani padi. Semestinya petani yang gemuk, bukan perantaranya,” tambahnya.

Petani menurutnya harus sejahtera. Dengan posisi harga gabah Rp 3.700 per kilogram dan harga jual beras Rp 11.000 per kilo, sangat jauh perbandingan harganya. Karena itu untuk menyikapi hal tersebut, perlu intervensi dengan lebih baik, harapan petani sejahtera.

Baca juga:  Menteri BUMN Minta Penyusunan SOP Untuk Rapid Test

Menteri BUMN juga menegaskan terkait sektor UMKM yang banyak terdampak COVID-19 saat ini. Pihaknya mengaku telah memanggil Himbara dan menginstruksikan agar siap membantu UMKM.

Sektor UMKM di Indonesia, menurutnya, masih sangat rendah yakni di bawah 20 persen. Jauh dibandingkan dengan negara tetangga ASEAN seperti Malaysia dan Thailand yang sudah diatas 50 persen. “Kita harus tingkatkan 30 persen secara bertahap. Saya cek BRI, Pegadaian sudah sinergi, pendanaan UMKM menjadi akses yang siap dan berguna dengan baik. Begitu juga kerjasama BRI dengan tenaga migran. Kita coba bantu biaya lain-lain agar mereka tidak balik bekerja. Kita harapkan membuka lapangan kerja, UMKM jaga dan pangan tumbuh,” pungkasnya. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *