Dirpolairud Polda Bali Kombes Pol. Toni Ariadi menyerahkan paket sambako dari alumni Akpol Angkatan 1993 Batalyon Pesat Gatra. (BP/ken)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Jumlah warga terpapar dan meninggal karena COVID-19 terus menurun di Bali. Meski demikian Polres Badung tetap melakukan tiga strategi untuk meminimalisir penyebaran COVID-19, salah satunya disiplin prokes.

Hal ini disampaikan Kapolres Badung AKBP Leo Dedy Defretes, disela-sela pendistribusian 115 paket sembako dari alumni Akpol Angkatan 1993 Batalyon Pesat Gatra, Selasa (24/8) di Wantilan Pura Petitenget, Kuta Utara, Badung. “Astungkara bahwa tadi malam disampaikan BOR di RS dan isoter, angka terpapar dan kematian karena COVID-19 terus menurun,” ucapnya.

Meski demikian, menurut AKBP Dedy, untuk penanganan dan menekan penyebaran COVID-19 ada tiga strategi yang dilakukan, yaitu disiplin prokes tegakkan (pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak), melaksanakan 3T (tracing, testing dan treatment). “Untuk tracing kami targetkan minimal 10 orang yang kontak erat dengan warga terpapar COVID-19. Yang positif COVID-19 langsung dibawa ke tempat isoter,” kata Dedy.

Baca juga:  Tahap II Kasus OTT, Tersangka Langsung Ditahan Kejaksaan

Sedangkan strategi ketiga yaitu vaksinasi dan pihaknya menyiapkan tempat vaksin. Tempat pertama di Klinik Kesehatan Polres Badung dan sudah berjalan sejak program vaksinasi digelar, setiap hari melayani 200 hingga 250 orang. Tempat kedua sedang dipersiapkan di Terminal Mengwi dan targetnya bisa melayani 700 hingga 750 orang.

Terkait masih ada tempat usaha melanggar jam operasional selama PPKM, menurut Dedy, sudah diberi sanksi oleh Satpol PP. Kapolres Dedy mengimbau seluruh masyarakat turut mematuhi dan disiplin menerapkan prokes. Masyarakat yang terkonfirmasi COVID-19 segera ke isoter supaya tidak menular virus Corona tersebut.

Baca juga:  Karena Ini, Wakapolda Pimpin Pembagian Masker di Canggu

Dirpolairud Polda Bali Kombes Pol. Toni Ariadi menyampaikan, pihaknya mendapat tugas mendistribusikan 2 ribu paket sembako ke 9 kabupaten/kota di Bali. “Bantuan ini wujud kontribusi kami lulusan Akpol 1993 kepada masyarakat Jawa Bali yang terdampak COVID-19. Sebagai sumbangsih membantu meringankan sedikit beban masyarakat,” ujarnya.

Sasarannya diantaranya pelaku pariwisata saat ini sangat terdampak, para buruh, pedagang kecil, dan nelayan. Kombes Toni Ariadi mengimbau ke masyarakat supaya tetap melaksanakan prokes dengan ketat untuk menjaga jangan sampai kena COVID-19.

Baca juga:  Warga Kumpul saat COVID-19, Ini Dilakukan Polisi

Salah satu penerima bantuan itu, Ni Komang Saring (37) asal Buleleng dan tinggal di wilayah Kuta Utara. Komang Saring memiliki dua anak mengalami disabilitas. “Terima kasih bantuan Batalyon Pesat Gatra atas bantuan sembakonya,” ucapnya.

Menurut Komang Saring, anak laki-lakinya usia 14 tahun dan perempuan 1,5 tahun. Sedangkan suaminya kerja sebagai tukang jahit. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *