Ilustrasi. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Mutasi virus corona (SARS-CoV-2) varian Delta (B.1.617.2) menjadi Delta Plus (B.1.617.2.1/AY.1) telah ditemukan di dua daerah di Indonesia. Yakni di Jambi dan di Mamuju Sulawesi Barat.

Menurut Ketua IDI Denpasar, dr. Ketut Widiasa, belum ada bukti mengindikasikan varian ini sudah ditemukan di Denpasar. Pihaknya meyakinkan kalau sampai saat ini, di Denpasar belum pernah ada laporan resmi mengenai keberadaan varian ini.

Baca juga:  Kontribusi Wisatawan Terbentur Payung Hukum, IATA Rapatkan Barisan

Meski sampai saat ini belum ada laporan varian itu ditemukan di Denpasar, ia tetap berharap masyarakat lebih waspada. Juga tetap menerapkan 5 M dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Khususnya ketika sedang berada di luar rumah harus bisa menghindari terjadi kerumunan dan tidak menciptakan kerumunan. “Sampai saat ini di Denpasar belum ada laporan resmi keberadaan varian ini,” katanya, Jumat (30/7).

Terpisah menurut, Dokter spesialis Mikrobiologi Klinik RSUP Sanglah, dr. Luh Inta Prilandari. Sp.MK., varian Delta Plus ini tidak jauh berbeda dengan varian Delta yang pertama kali ditemukan di India. Terkait varian ini yang dikatakan lebih berbahaya, pihaknya belum memiliki bukti yang cukup untuk menyimpulkan itu.

Baca juga:  RSD Mangusada Siapkan Ruangan Khusus Penanganan Covid-19

Terkait kemungkinan adanya varian Delta Plus di Bali, dr. Inta mengatakan sampai saat ini belum ada bukti itu. Hal ini karena di Bali tidak melakukan sekuensi virus (pemeriksaan untuk menentukan jenis varian virus).

Selama ini, sample virus dikirim ke Jakarta. “Sehingga sampai saat ini dari laporan yang ada, di Bali belum diketahui apakah sudah ada kasus COVID-19 varian Delta Plus,” katanya. (Yudi Karnaedi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *