Karateka PON Bali Sedang Menjalani Latihan. (BP/Ist)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Tim karate PON Bali sedianya mengadakan try in, di GOR Lila Bhuana, Denpsar pada Jumat (30/7) ini. Rencananya, uji coba akan melibatkan tim karate PON tuan rumah Bali, Papua, Papua Barat, Kaltim, dan Jatim. Agenda latih-tanding ini, terpaksa dibatalkan, karena pandemi Covid-19, ditambah PPKM level 4.

Pelatih tim karate PON Bali Putu Deddy Mahardika, di Kuta, Jumat (30/7), menerangkan, padahal selama ini tim karate PON Papua sudah cukup lama, berlatih di Pulau Dewata. “Agenda uji coba terpaksa dibatalkan, karena situasi PPKM ditambah atlet luar provinsi tidak berani bepergian ke luar daerah,” tukas Deddy.

Baca juga:  Atlet Badung Dominasi Kontingen PON Bali

Dikemukakan, tim karate PON Bali meloloskan 11 karateka. Mereka adalah I Made Ichiro Dharma Yuda (-55 kg), I Kadek Krisna Dwi Antara (-60 kg), Cokorda Istri Agung Sanistyarani (-55 kg), Ni Made Meriantini (-61 kg), dan Ni Made Nada Dwimayanti (-68 kg). “Di nomor kumite, karateka Bali bisa turun di 5 kelas, ditambah 1 kelas lagi untuk kumite beregu putri, sehingga totalnya mereka berlaga pada 6 nomor,” terangnya.

Selain itu, kata dia, Bali juga meloloskan nomor kata beregu putra dan putri. Mereka adalah I Gede Sihaan Yogi Nata / Devilito Andrian Firmansyah / Putu Bagus Arianto, serta di sektor beregu putri bermaterikan, Ni Made Suci Astuti / Ni Kadek Megy Wilantari / Ni Putu Sinta Maryati. “Jadi, totalnya Bali meloloskan 11 karateka, yang bisa turun pada 8 nomor,” sebut dia.

Baca juga:  Antara dan Eppi Persiapan ke Singapura Terbuka

Deddy mengakui, selama ini para karateka sudah menjalani sentralisasi selama sebulan. Mereka tinggal pada sebuah hotel di Kuta, berikut berlatih juga di kawasan Kuta. “Karateka PON Bali sudah berkumpul di TC Sentralisasi, dan hanya Cokorda Istri Agung Sanistyarani, yang masih bergabung di pelatnas SEA Games, yang kini menjalani program latihan, di Pulau Seribu Pura ini,” cetusnya.

Ia mengemukakan, selama ini atlet-atlet PON tinggal bersama karateka pelapis, yang bisa diajak berlatih bareng, sekaligus sparring. “Kami akui jadwal pelaksanaan PON terlalu mepet, dan tak mungkin lagi mengadakan uji coba melawan atlet provinsi lain,” ucapnya. Apalagi, program KONI Bali berniat melakukan TC Sentralisasi, yang mulai digulirkan pada 3 Agustus. “Secara otomatis, kami harus mengikuti program KONI, sebagai induk organisasi keolahragaan,” jelasnya. (Daniel Fajry/Balipost)

Baca juga:  Antisipasi Kebakaran, Lapas Kelas II-B Singaraja Periksa Instalasi Listrik

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *