
DENPASAR, BALIPOST.com – Parkir hidrolik lantai 6 di Pantai Bangsal, Sanur sudah dalam tahap uji coba. Namun demikian ada kendala yang dihadapi pada parkir bertingkat ini khususnya tenaga kerja.
Hal tersebut diakui Bendesa Adat Sanur Ida Bagus Sudiraharja saat diwawancarai, Minggu (18/1). Dia mengatakan, uji coba parkir hidrolik di Sanur sudah dimulai sejak 12 Januari lalu. Namun demikian ada beberapa kendala dihadapi seperti sistem parkir dan tenaga kerja.
“Masih uji coba, belum maksimal. Karena pengunjung banyak, tenaga kerja belum siap. Jadi pengunjung grasa grusu, motornya ditinggal,” katanya.
Dia mengakui tidak banyak generasi muda yang mau untuk jadi tenaga parkir. Untuk itu pihaknya akan menggkomunikasikan kembali dengan vendor terkait kendala tenaga kerja ini agar nantinya tenaga parkir bisa dicarikan langsung.
“Tenaga kerja ini perannya membantu menaik turunkan motor. Karena pengunjung nanti hanya menaruh, kemudian tenaga parkir yang akan menaik turunkan motor untuk di parkir,” terang Ida Bagus Sudiraharja.
Terkait tarif parkir, rencananya parkir ini menggunakan sistem ticketing dengan pembayaran progresif. Namun demikian saat ini masih ada kendala di sistem, sehingga pembayaran masih manual. Saat ini tarif parkir dikatakannya Rp2.000.
Parkir bertingkat di Pantai Bangsal ini direncanakan bisa menampung hingga 600 unit sepeda motor. Pembangunan parkir bertingkat ini untuk mengantisipasi kekurangan parkir di area Pantai Bangsal yang kini sudah ditata menjadi sentra UMKM. Dalam pembangunannya, Desa Adat Sanur bekerjasama dengan vendor dari Jakarta. Dan parkir ini menjadi pilot project untuk di Bali.
Dalam kerjasama ini dilakukan selama 10 tahun dan dibiayai penuh oleh vendor. Pengelolaannya akan diterapkan sistem bagi hasil 30 persen untuk desa adat dan 70 persen ke vendor. Biaya yang diinvestasikan dalam pembangunan parkir bertingkat ini, kata dia mencapai sekitar Rp6 miliar hingga Rp7 miliar. (Widi Astuti/balipost)










