Petugas membopong warga di tempat vaksin massal, Desa Budaya Kertalangu, Denpasar Timur. (BP/ken)

DENPASAR, BALIPOST.com – Vaksinasi massal yang dilaksanakan Polresta Denpasar, rangkaian memperingati Hari Bhayangkara ke-75, di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar Timur, didatangi warga dengan berbondong-bondong, Sabtu (26/6). Bahkan dua orang dibopong karena lemas saat mengikuti kegiatan tersebut.

Dari pantauan di lapangan, warga terlihat tertib mengikuti tahapan vaksinasi tersebut. Mereka menunggu dengan sabar di tempat yang telah disiapkan.

Sekitar pukul 10.30 WITA, seorang wanita dibopong petugas menuju tempat tim medis. Beberapa menit kemudian seorang pria dibopong petugas.

Baca juga:  Sumber Perekonomian, Kesehatan Tradisional Bali Diberdayakan Lebih Serius

Mereka lalu dibaringkan di tempat yang sudah disiapkan. Tim medis lalu mengecek kesehatan kedua orang tersebut. “Mungkin mereka kelelahan dan tidak sarapan pagi. Setelah istirahat sebentar, mereka sudah pulih,” kata Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi.

Sementara Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan menyampaikan, sesuai dengan jadwal dan perintah pimpinannya dilaksanakan vaksinasi massal. Vaksinasi massal ini, menurut Kombes Jansen untuk mendukung program pemerintah mempercepat vaksin.

Baca juga:  Vaksinasi Terus Digenjot, Fasyankes Atur Stok Cegah Kedaluwarsa

Apalagi di Bali sebagai daerah tujuan pariwisata, berkaitan juga dengan pemulihan ekonomi, semakin banyak masyarakat divaksinasi, Pulau Dewata akan cepat bangkit dan perekonomian segera pulih.
“Target Polresta Denpasar di Desa Budaya Kertalangu ini yaitu 1.600 dan sudah terpenuhi. Kemudian kegiatan sama dilakukan Polda Bali di parkir timur Lapangan Niti Mandala, Renon, Denpasar. Kami arahkan ke sana bagi masyarakat yang belum bisa terlayani di Kertalangu,” ujarnya.

Baca juga:  PPDB SMP di Denpasar Mulai Digelar, Hari Pertama Masih Lancar

Ia mengatakan jika ada masyarakat baru sekali ikut vaksinasi, selanjutnya bisa di tempat lain, termasuk di Klinik Polresta Denpasar. “Seluruh masyarakat punya KTP. Tidak harus KTP Bali. Misalnya kerja di Bali tapi tidak sempat vaksinasi di asalnya, boleh vaksin di mana saja. Bahkan orang asing pun, kami sudah koordinasi dengan Pemkot Denpasar, apabila dia bawa KITAS boleh vaksin,” ujar Jansen. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *