Petugas kebersihan sedang bertugas mengangkut sampah. (BP/Istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Dampak penurunan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Gianyar juga dirasakan oleh tenaga harian lepas (THL) di Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Pasalnya, karena anggaran terbatas, pembayaran THL juga dipangkas.

Menurut Kepala Dinas DLH Gianyar, Ni Made Mirnawati, Minggu (6/6), keterbatasan anggaran menyebabkan THL DLH hanya dipekerjakan dengan jam kerja setengah dari normal dan pembayaran gajinya sesuai jam kerja.

Diungkapkannya, karena keterbatasan anggaran akibat dampak pandemi COVID-19, THL hanya dibayar 50 persen dari gaji tahun lalu. Mirnawati menjelaskan akibat pemotongan jam kerja, THL diberikan dua pilihan bisa kerja setengah dari jam kerja setiap hari, atau bertugas dua hari sekali.

Baca juga:  Reposting Anggaran, 16 Unit Program Bedah Rumah Ditunda

Namun khusus THL yang ditugasi untuk pekerjaan tertentu, gajinya disesuaikan dengan jam kerja. Ia mencontohkan sopir truk sampah diperlukan dengan waktu kerja 7 jam sehari, dibayar selama 7 jam.

Begitu juga operator alat berat di TPA. “THL sepenuhnya warga Gianyar yang diberikan upah sesuai jam kerja, jika ada THL mendapatkan penambahan jam kerja disesuaikan penugasan dan wajar mendapatkan penyesuaian gaji sesuai jam kerja,” tuturnya.

Baca juga:  Jumlah Koperasi Tak Perlu Banyak, Tapi Berkualitas

Ia menegaskan DLH berupaya untuk mengefektifkan anggaran yang terbatas, dengan mendisplinkan jam kerja THL. Tidak ada diskriminasi terhadap THL karena pemberian gaji sesuai jam kerja efektif. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *