Kawasan Gunung Batur. (BP/Ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Geopark Batur akan dilakukan revalidasi oleh Unesco. Namun sebelumnya, Juni mendatang, terlebih dahulu akan diasesment tim dari pemerintah pusat. Pemkab Bangli optimis Geopark Batur bisa kembali lolos revalidasi dan berhasil meraih green card.

Manager Geopark Batur yang juga Sekda Kabupaten Bangli Ida Bagus Gde Giri Putra Jumat (28/5) mengatakan, rencananya assessment akan dilakukan tim dari pusat pada 6-9 Juni mendatang. Secara umum Bangli sudah siap menghadapi assessment. Bahkan lebih siap dibandingkan sebelumnya. “Dalam asesmnent nanti tim dari kementerian akan turun langsung melakukan penilaian secara mandiri terhadap Geopark Batur sebelum direvalidasi unesco. Karena geopark batur ini kan mewakili Indonesia. Sehingga secara umum pemerintah Indonesia ikut mempertahankannya. Nanti dari penilaian itu apa saja kekurangannya, kita akan penuhi,” kata Giri Putra.

Baca juga:  Genjot APK di Perguruan Tinggi, UT Gencarkan Pembelajaran Daring

Disampaikannya, dalam asesment nanti, pihaknya akan menyampaikan sejumlah perkembangan dan sucses story atau sejarah keberhasilan Geopark Batur pasca revalidasi pertama. Diantaranya sudah terbangunnya menara pandang, terbangunnya dermaga di tiga titik yang masih dalam proses, perkembangan hotel dan restoran di wilayah Geopark, terbentuknya badan pengelola pariwisata Geopark Batur, adanya pengembangan bioflok untuk budidaya perikanan darat dan lainnya. “Dan yang paling akan jadi point tertinggi nanti adalah adanya reklamasi bekas lahan penambangan pasir di Yeh Mampeh yang sekarang sudah menjadi perkebunan. Nanti kedepan akan berfungsi sebagai geo wisata,” jelasnya.

Baca juga:  Pemkab Bangli Harapkan Batur Ditetapkan Jadi KSN

Giri Putra mengklaim pihaknya telah menindaklanjuti semua catatan dan rekomendasi yang diberikan Unesco saat revalidasi Geopark Batur yang pertama. Disebutkan ada 11 catatan yang sebelumnya diberikan Unesco. “Semua sudah kami tindaklanjuti. Salah satu contohnya di Terunyan. Sesuai catatan, kita diminta agar di kuburan di Terunyan dibuatkan pembatas bagi wisatawan. Supaya sitenya tetap terjaga dan jangan sampai rusak. Itu sudah dilakukan,” kata pejabat asal Geria Bukit, Bangli itu.

Baca juga:  Belasan Kilometer Jalan dan Jembatan Rusak Akibat Bencana

Pihaknya optimis pada revalidasi yang kedua nanti oleh Unesco, Geopark Batur bisa kembali meraih gren card dan dapat bertahan sebagai bagian dari Global Geopark Network (GGN). Hanya saja mengenai kapan tim dari Unesco akan melakukan revalidasi, Giri Putra belum bisa memastikannya. “Kami sangat yakin dan lebih optimis dari revalidasi yang pertama. Karena Geopark Batur sudah banyak mengalami kemajuan,” pungkasnya. (Dayu Rina/Balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *