Pengguna jalan di Kota Bangli melewati jalan yang banjir karena hujan deras mengguyur. (BP/Dokumen)

BANGLI, BALIPOST.com – Banjir yang menggenangi jalan di Kota Bangli merupakan pemandangan biasa jika musim hujan. Hal ini dikarenakan drainase yang tidak berfungsi maksimal.

Untuk mengatasi hal itu, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta telah merencanakan perbaikan drainase. Dia menyebut telah mengalokasikan sejumlah anggaran itu membiayai perbaikan drainase.

Sedana mengakui bahwa drainase di wilayah Kota Bangli masih menjadi titik yang rawan banjir. Untuk itu pihaknya sudah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp 2 miliar untuk perbaikan drainase. “Itu untuk menjawab bagaimana kalau saat hujan minimal tidak banjir,” ujar Sedana Arta di rumah jabatannya, belum lama ini.

Baca juga:  Cegah Sumbatan Sampah Terulang, Saluran Drainase di Bangli Dilengkapi Sekat Besi

Dia juga mengungkapkan bahwa tidak semua drainase di wilayah Kota Bangli menjadi tanggung jawab Pemkab. Hampir 60 persennya kewenangan pemerintah provinsi Bali.

Terkait hal itu, Sedana Arta mengaku sudah melakukan komunikasi dengan Pemprov Bali. Pihaknya mengajukan supaya drainase yang jadi tanggungjawab Pemprov Bali bisa segera diperbaiki. “Angkanya cukup besar. Kita ajukan di level Rp 77 miliar,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPerkim) Kabupaten Bangli I Wayan Suastika, Minggu (16/5), mengatakan drainase di kota Bangli kerap meluber saat musim hujan. Seperti saat musim hujan beberapa bulan lalu.

Baca juga:  Sebelum Ditemukan Tak Bernyawa di Jembatan Tukad Bangkung, Trika Sempat Lakukan Ini

Adapun titik drainase yang sering meluber yakni di depan kantor Agama Kabupaten Bangli. Pihaknya bersama Dinas Lingkungan Hidup saat itu sempat melakukan pembersihan drainase. Sedikitnya 2 truk sampah berhasil dikeluarkan dari dalam drainase.

Diungkapkan, di dalam drainase banyak terdapat akar-akar pohon. Sehingga menyebabkan sampah tersangkut dan meluber ketika ada hujan. Menurutnya ke depan di dalam drainase perlu dibuatkan sekat jeruji sehingga sampah bisa disaring dan lebih mudah diangkat. (Dayu Swasrina/balipost)

Baca juga:  Purnama Sasih Kapat, Puncak Pujawali di Pura Tuluk Biyu Batur Digelar
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *