penyengker jebol sebabkan air bah masuk ke rumah warga di Desa Adat Karangsari, Nusa Penida, Rabu (21/1) dini hari. (BP/win)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Hujan lebat melanda wilayah Nusa Penida sejak Selasa (20/1) malam sekitar pukul 23.30 WITA hingga Rabu (21/1) dini hari. Hujan dengan intensitas tinggi tersebut menyebabkan banjir di sejumlah wilayah.

Salah satu wilayah yang terdampak berada di Desa Adat Karangsari, Desa Suana. Luapan air mengakibatkan sejumlah penyengker rumah warga jebol, sehingga air masuk ke halaman rumah bahkan hingga masuk ke dalam kamar.

Baca juga:  Jadi Penyumbang Kasus Harian Terbanyak, Zona Merah Ini Laporkan Kasus di Atas 100 Orang

Salah satu rumah warga yang terdampak adalah milik I Nyoman Nada. Ia mengaku baru menyadari air telah masuk ke halaman rumahnya sekitar pukul 03.00 WITA dan sempat terkejut dengan kondisi tersebut.

“Air sudah masuk ke halaman rumah, saya baru tahu saat baru bangun sekitar jam tiga pagi,” ujar I Nyoman Nada saat ditemui dilokasi.

Akibat derasnya arus air, satu unit freezer dan tabung elpiji miliknya terseret sejauh kurang lebih 10 meter dari posisi semula. Jebolnya penyengker di kedua sisi rumah menyebabkan air dengan mudah masuk ke area rumah.

Baca juga:  Kongres Kebudayaan Bali IV Hasilkan 23 Rumusan Konseptual Pariwisata Budaya Bali

Selain itu, rumah yang berada di bawahnya, milik I Nyoman Runa, juga ikut terdampak. Air masuk hingga ke dalam kamar dan menyebabkan penyengker rumahnya jebol.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti total kerugian material yang dialami warga akibat kejadian tersebut. Warga setempat berharap adanya perhatian serta penanganan lebih lanjut dari pihak terkait guna mengantisipasi kejadian serupa, mengingat intensitas hujan di wilayah Nusa Penida masih cukup tinggi. (Ketut Winata/balipost)

Baca juga:  Masih Bertambah di Atas 100 Orang, Kasus Kematian COVID-19 Juga Dilaporkan Bali
BAGIKAN