Pengambilan salah satu gambar Pawai Peed Aya untuk acara pembukaan PKB 2021. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Bali kembali berpesta seni dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB). Jika tahun 2020 lalu, PKB sempat ditiadakan karena merebaknya pandemi COVID-19, namun pada Juni tahun 2021 ini, hajatan seni tahunan tersebut akan digelar kembali.

Tentu dengan tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) COVID-19. Dengan demikian, di satu sisi masyarakat tetap bisa berpesta seni, di sisi lain aman dari paparan pandemi COVID-19.

Agar bebas dan aman dari paparan virus corona, PKB XLIII tahun 2021 dirancang sedemikian rupa. Sebagian besar mata acara PKB dilaksanakan secara daring atau dalam jaringan, dan sebagian kecil digelar secara luring, dengan peserta terbatas. ‘’Selain ada pagelaran, lomba, parade dan lokakarya, mata acara pokok PKB berupa pawai kesenian akan digelar secara virtual. Pawai virtual ini dinamai Peed Aya. Pengambilan gambar untuk pembuatan video Peed Aya dilaksanakan di sejumlah lokasi melibatkan sejumlah sanggar, dimulai dari Bukit Campuhan, Ubud, kemudian Pura Besakih Karangasem, Desa Penglipuran Bangli, Kawasan Gunung Kawi Gianyar dan Air Terjun Kanto Lampo, Desa Beng Gianyar,’’ ujar konseptor garapan Pawai Peed Aya, Kadek Wahyudita, Kamis (13/5).

Baca juga:  Umat Buddha Diminta Tak Ikut Sebar Hoax

Garapan ini diperkuat oleh koreografer Wawan Gumiart, komposer Wayan Sudiarsa, dan Arik Wijaya Palawara dan videonya Bali Pixelart. Kata Wahyudita, pawai PKB kali ini mengangkat tema ‘‘Pratiti Wana Kerthi’’ yang dimaknai sebagai upaya untuk memuliakan pohon, membangun simponi harmoni semesta raya, menuju kehidupan yang sejahtera dengan jiwa yang maha sempurna.

‘’Melalui tema ini diharapkan tumbuh kesadaran untuk memaknai dan memuliakan pohon sebagai sumber kehidupan, sumber pengetahuan, sumber kesejahteraan, sumber peradaban, dan sumber penyucian jiwa,’’ ujar Kadek Wahyudita.

Baca juga:  Genggong Diambang Kepunahan

Melihat agenda PKB kali ini, sesungguhnya jumlah mata acaranya jauh lebih sedikit dibandingkan PKB sebelum pandemi. Namun tetap dilaksanakan sebulan penuh, yang direncanakan berlangsung dari tanggal 12 Juni hingga 10 Juli 2021 mendatang.

PKB dibuka dengan pawai, kemudian seperti biasa, malam harinya dimeriahkan dengan pagelaran sendratari. Kali ini akan digelar sendratari berjudul ‘’Japatuan’’ garapan ISI Denpasar. Kemudian saat penutupan PKB akan digelar sendratari ‘’Wana Parwa’’ garapan SMKN 3 Sukawati Gianyar.

Baca juga:  Hadapi Tatanan Era Baru, Perlu Keseimbangan Ekonomi dan Kesehatan

Kita berharap, melalui PKB ini masyarakat tetap bisa berpesta seni, namun aman dari paparan virus. Kemudian kasus pandemi COVID-19 tidak mengalami peningkatan di Bali. Terlebih COVID-19 varian baru sudah muncul di Pulau Dewata.

Karena itu kewaspadaan tetap ditingkatkan. Prokes COVID-19 tetap menjadi panglima, sehingga green zone di Bali bisa dicapai. Tentu, para seniman yang terlibat, dipastikan sudah mendapat vaksin komplit, sehingga aman dari paparan COVID-19.

Kita juga berharap pandemi COVID-19 cepat berlalu, sehingga pada PKB mendatang, masyarakat Bali kembali bisa berpesta seni seperti sebelum pandemi. Kuncinya, tetap melaksanakan prokes 3 M, yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. (Subrata/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *