Bupati Giri Prasta. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Badung selama ini sudah menjalankan perlindungan terhadap Hak Cipta Kekayaan Intelektual, dimana pemerintah selalu hadir dalam melindungi kepentingan ekonomi yang ada di dalamnya, sekaligus berupaya dalam pengembangan tradisi dan menjaga industri kerajinan tradisional agar tidak punah. Demikian disampaikan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat menjadi narasumber dalam acara Webinar Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) serangkaian Hari Kekayaan Intelektual Sedunia tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dari Ruang Rapat Rumah Jabatan Bupati Badung, Kamis (6/5).

Dalam acara yang mengambil tema “ Pemanfaatan Kekayaan Intelektual Komunal Untuk Mendukung Ekonomi Kreatif” tersebut, Bupati Giri Prasta juga menerangkan ada 10 ekspresi budaya di Kabupaten Badung yang sudah mendapatkan sertifikasi secara komunal dari DJKI diantara Tari Baris Sumbu, Tari Baris Babuang, Tari Leko, Tari Kebo Dongol, Seni Gerabah, Siat Tipat Bantal, Drama Tari Gambuh, Siat Geni Desa Adat Tuban, Tradisi Mebuug Buugan dan Tradisi Siat Yeh. “Itulah yang sudah kami lakukan dalam upaya perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan hak kekayaan intelektual komunal untuk memberikan manfaat kepada masyarakat salah satunya mendorong industri ekonomi kreatif yang digeluti oleh Industri Kecil Menengah,” paparnya.

Baca juga:  Penuhi Komitmen, Bupati Giri Prasta Serahkan HGB ke Banjar Lebah Pangkung Mengwi

Sebagai upaya perlindungan Kekayaan Intelektual Komunal di Kabupaten Badung, Giri Prasta menuturkan pihaknya sudah menjaga keberlanjutan kebudayaan melalui inventarisasi pengamanan pemeliharaan, penyelamatan dan publikasi, sementara untuk upaya pengembangan dilakukan dengan upaya peningkatan ekosistem budaya serta meningkatkan, memperkaya dan menyebarluaskan kebudayaan. “Sedangkan pemanfaatan Kekayaan Intelektual Komunal erat kaitannya dengan penguatan ideologi, politik, ekonomi,sosial budaya dan pertahanan untuk mewujudkan tujuan nasional,” jelasnya.

Baca juga:  Kasus Tak Terungkap Tabanan 2017, Dari Pembunuhan WN Jerman hingga Pembuangan Bayi

Sedangkan untuk mendorong pengembangan industri kreatif berbasis Kekayaan Intelektual Komunal, menurut Bupati Giri Prasta ada 5 hal penting yang perlu ditekankan dalam Hak Kekayaan Intelektual yakni masyarakat pengusung, dunia usaha, investor, memberikan kepastian bagi pemegang hak untuk melakukan aktivitas baik bernilai ekonomi maupun yang bernilai tradisi tanpa adanya gangguan dan yang terakhir memastikan pemegang hak agar bisa memberikan lisensi atau hak guna bagi pengguna lainnya. “Ini strategi Pemkab Badung dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis Kekayaan Intelektual Komunal, disamping itu kami juga sudah menjalankan program dukungan melalui kegiatan sosialisasi, pembinaan maupun memfasilitasi permodalan, pemasaran pelatihan maupun kemudahan dalam hal perijinan,” imbuhnya.

Baca juga:  Bupati Mendem Pedagingan di Kesambi dan Resmikan GOR Giri Santi Pertiwi

Webinar ini juga menghadirkan narasumber dari Ahli Peneliti Muda Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Basuki Antariksa serta dipandu oleh Entertainer Ronal Surapradja. (Adv/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *