Petugas melakukan vaksinasi rabies. (BP/dok)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Anjing liar menyerang tujuh warga di Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Sabtu (17/4) ternyata rabies. Dinas Pertanian segera mengantisipasi ancaman ini, dengan melakukan vaksinasi anjing sebanyak 18 ribu ekor.

Vaksinasi anjing sudah berjalan menyasar 1.666 ekor, tetapi kelanjutannya sempat terhenti karena tak bisa mengumpulkan orang dalam jumlah banyak untuk membawa anjing mereka keluar.

Kepala Dinas Pertanian Klungkung Ida Bagus Juanida, Selasa (20/4) mengatakan kasus gigitan anjing rabies di Desa Tihingan cukup mengkhawatirkan. Sebab, itu menjadi kasus kelima sepanjang tahun 2021. Kasus serupa sebelumnya sempat terjadi di Desa Takmung, Banjarangkan sekitar Januari lalu. Kemudian menyusul terjadi di Sampalan Klod Kecamatan Dawan, dan Desa Selat Kecamatan Klungkung. Maka vaksinasi anjing harus dilakukan lebih cepat.

Baca juga:  Hasil Uji Lab, Sempel Anjing Negatif Rabies

Ia menambahkan, estimasi populasi anjing di Klungkung sebenarnya mencapai 21 ribu ekor. Jumlah ini tergolong cukup banyak dan memerlukan waktu untuk melakukan vaksinasi. Sehingga ditargetkan sementara mampu menyasar 18 ribu anjing. Ini dilihat dari sampel dibandingkan luas wilayah dan jumlah penduduk. Melihat ancamannya, ia menegaskan proses vaksinasi anjing akan dipercepat sebelum mengamuk dan menimbulkan korban lagi.

“Sejauh ini kami sudah menyasar tujuh desa untuk vaksinasi anjing. Di antaranya Desa Besan, Dawan kaler, Dawan Klod, Pesinggahan, Manduang, Selisihan dan Tihingan,” jelas I.B Juanida.

Baca juga:  Ini, Manfaat Cacing Tanah bagi Kesehatan

Karena masih dalam situasi pandemi, proses vaksinasi anjing tidak dilakukan dengan cara berkumpul seperti sebelumnya. Tetapi petugas harus datangi setiap rumah warga yang memelihara anjing. Kemudian mendata dan melakukan vaksinasi. Jelas cara ini membutuhkan waktu lebih lama. Meski demikian pihaknya menegaskan tetap akan melakukannya agar target vaksinasi anjing dapat tuntas tahun ini. “Dari APBD Klungkung kami sudah lakukan pengadaan lagi sebanyak 5 ribu dosis. Ditambah yang sudah ada sebanyak 8 ribu dosis vaksin rabies dari pemerintah pusat,” tegasnya.

Baca juga:  Tambahan Kasus COVID-19 Bali Alami Tren Kenaikan, Tak Ada yang Sumbang 3 Digit

Jumlah ketersediaan vaksin ini masih belum bisa mencapai target. Pihaknya pun belum bisa mengkonfirmasi lebih lanjut, apakah pemerintah pusat akan mensuplai kebutuhan vaksin sesuai target dosis yang dicanangkan pemerintah daerah. Ia berharap suplai vaksin dapat lebih banyak. Minimal jumlahnya dapat memenuhi target vaksinasi. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *