Ilustrasi vaksinasi COVID-19. (BP/eka)

NEGARA, BALIPOST.com – Vaksinasi massal bagi para pedagang di Pasar Umum Negara terkendala vaksin habis tiap harinya. Akibatnya meski sudah sepekan lebih berjalan, vaksinasi menyasar pedagang ini belum mencapai targetnya.

Kepala Pasar Umum Negara, I Gusti Bagus Ketut Warsita, Senin (19/4) mengatakan dari sekitar 640 lebih pedagang di Pasar Umum Negara, baru sekitar 200 yang mendapatkan panggilan jadwal vaksinasi. Tetapi beberapa pulang lantaran vaksin habis.

Baca juga:  Anggaran Penanganan Rabies Harus Dipertanggungjawabkan

Sejatinya para pedagang sudah semangat untuk ikut vaksinasi. Dan apabila lokasi vaksinasi jauh dari Pasar, mereka enggan. “Sebenarnya sudah dijadwal dan mau, tapi kendalanya dikatakan vaksin habis. Jadi mereka kembali ke lapak masing-masing,” kata Warsita di sela-sela pengawasan pasar.

Selain jumlah 600 orang pedagang, juga ada potensi warga di luar pedagang yang beraktifitas di pasar itu sebanyak 200 lebih. Seperti tukang suwun, buruh pasar dan lain-lain. Sehingga total ada 900-an warga yang berpotensi mendapat vaksinasi.

Baca juga:  Targetkan 50 Ribu Ekor Anjing Tervaksin

Jadwal vaksinasi para pedagang di Pasar Umum Jembrana sudah mulai dilakukan pada awal April lalu bersamaan dengan Vaksinasi Tahap II yang menyasar pelayanan publik. Para pedagang dijadwalkan melakukan vaksinasi di Klinik Pratama Polres Jembrana yang lokasinya dekat.

Ditargetkan per hari menyasar 100 orang pedagang pasar tradisional dan sementara baru terjadwal di Pasar Umum Negara dari beberapa Pasar tradisional lainnya.

Dikonfirmasi terkait ini, Juru Bicara COVID-19 Jembrana, dr I Gusti Agung Arisantha menyebutkan tidak benar kalau jumlah pedagang yang tervaksinasi masih sedikit. Ia juga membantah vaksin habis menjadi kendala.

Baca juga:  Tiongkok Cabut "Travel Ban" Wuhan, Eksodus Terjadi

“Sudah 300 lebih pedagang sudah tervaksin di Pasar Umum Negara. Dan tidak benar kalau vaksin habis. Tetap tersedia, ” kata Arisantha. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.