Sulinggih di Tabanan divaksinasi pada Selasa (30/3). (BP/bit)

TABANAN, BALIPOST.com – Pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Tabanan mulai menyasar para sulinggih. Sebanyak 94 orang sulinggih diundang dan difasilitasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan.

Kegiatan digelar di Griya Gede Tuakilang, Banjar Tuakilang Baleran, Desa Denbantas dengan petugas vaksinator dari fasilitas layanan kesehatan Rumah Sakit Bakti Rahayu, Selasa (30/3). Hanya saja dari jumlah Sulinggih yang terdata tersebut, tidak semuanya bisa mendapatkan vaksin.

Ada yang memiliki riwayat kesehatan. Apalagi usianya rata-rata 60 tahun ke atas.

Baca juga:  Puluhan Orang Terjaring Tak Pakai Masker, Ini Sanksinya

Kepala Bidang Penanganan Penyakit Menular (P2M) dr. I Ketut Nariana mengatakan, vaksinasi masih terus dilaksanakan di 29 fasyankes yang disiapkan. Setelah rampung vaksinasi tahap pertama menyasar tenaga kesehatan (nakes), kini juga masih terus berjalan pelayanan vaksinasi petugas pelayanan publik termasuk mulai menyasar sulinggih, pemangku dan lansia. “Semoga semua lancar, jika ada yang dapat rekomendasi dari dokter dan tidak bisa divaksin hari ini, kami akan jadwalkan ulang,” terangnya.

Lanjut dikatakan Nariana, sampai saat ini dari target 85 ribu untuk pelaksaanan vaksinasi tahap 1 dan II yang menyasar nakes dan petugas layanan publik, sudah terealisasi atau tervaksinasi sekitar 30 ribu. “Dan ketersediaan vaksin saat ini sekitar 6.000 dosis, dengan jumlah itu kemungkinan saja sekarang atau besok sudah habis, tetapi kami masih terus usulkan ke provinsi untuk penambahan vaksin,” terangnya.

Baca juga:  Insentif Nakes dari Pemprov Sudah Disalurkan ke Rekening Faskes

Ketua Perkumpulan Darma Upadesa Pusat Nusantara Cabang Tabanan – Lampung, Ida Bagus Yudiana Atmaja mengatakan, seharusnya total ada 108 sulinggih lanang istri, yang ada di Tabanan. Namun dari jumlah itu ada yang tidak mengikuti vaksinasi lantaran usia yang sudah sangat tua. “Terutama yang usia 89 tahun ke atas tidak ikut vaksinasi, dan dari total 108 itu hari ini hanya terdata 94 yang akan divaksinasi, tetapi kembali lagi hasil screaning, karena ada yang punya riwayat sakit ada juga yang membawa rekomendasi dokter untuk tunda vaksinasi, selain juga ada yang sedang muput,” jelasnya. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.