Ilustrasi. (BP/tomik)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Kabupaten Badung masih memberlakukan karantina di hotel bagi Orang Tanpa Gejala-Gejala Ringan (OTG-GR) atau tenaga kesehatan (Nakes) Covid-19. Program ini akan dibiayai dari dana APBD Badung.

Koordinator Bidang Komunikasi Publik Satgas COVID-19 Badung, Made Suardita saat dikonfirmasi Senin (22/2) membenarkan perihal tersebut. Dengan karantina terpusat lebih mudah dalam pengawasan dan pemantauan, termasuk dalam mengambil tindakan medis.

“Iya.. kami masih menerapkan karantina di hotel dengan biaya yang dibebankan pada APBD. Kita memiliki kerja sama dengan sejumlah hotel di Kuta,” ujarnya.

Baca juga:  Pascapasien COVID-19 Meninggal, Pemkab Badung Kaji Karantina Wilayah

Menurutnya, ada sebanyak 70 kamar yang disiapkan dengan 140 bed atau tempat tidur. Berdasarkan update situasi karantina hingga Minggu (21/2) total warga yang dikarantina mencapai 70 orang. “Kondisi warga yang dikarantina, saat ini dalam keadaan sehat,” ucapnya.

Sayangnya, Made Suardita yang juga menjabat Kabag Humas Badung ini tidak menjelaskan berapa dana yang dianggarkan dalam menjalankan program karantina di hotel. “Dananya saya tidak hafal, tapi yang jelas kami tetap melaksanakan program ini,” katanya.

Baca juga:  KBS akan Tanggung Belasan Jenis Penyakit yang Tak Dibiayai BPJS

Kepala Dinas Kesehatan, dr. I Nyoman Gunarta juga mengungkapkan, Badung akan tetap melanjutkan karantina terpusat di hotel bagi OTG-GR COVID-19. Pihaknya, telah berkoordinasi terkait hal tersebut kepada Plh Bupati Badung, Wayan Adi Arnawa.

“Sebab jika dilakukan isolasi mandiri, banyak warga yang tidak disiplin sehingga memicu kasus yang terus meningkat. Terlebih lagi, kasus positif di Badung sangat tinggi melebihi 30 persen. Bahkan penyumbang tertinggi adalah internal keluarga,” jelasnya.

Baca juga:  Dari Pusat Setujui Hibah Pariwisata Bali hingga Penyumbang Pasien COVID-19 Sembuh Terbanyak

Disinggung soal anggaran dari pusat yang telah dihentikan, maka pembiayaan rencananya akan menggunakan dana APBD. Namun, jika dalam perjalanannya nanti pusat kembali mengalokasikan anggaran untuk isolasi maka anggaran dari APBD untuk karantina terpusat akan dialihkan pembiayaan yang lain. “Jadi kita bekerja sama dengan hotel. Pembayarannya nanti, berapa kamar yang dipakai, segitu kita bayar,” pungkasnya. (Parwata/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *