Gebyar vaksinasi Kamis (4/2) di RSU Negara. ratusan nakes tertunda vaksinasi karena tak lolos screening dan tidak hadir. (BP/Olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Gebyar Vaksinasi COVID-19 yang berlangsung di Lantai III Gedung Instalasi Rawat Jalan RSU Negara, Kamis (4/2) dipantau langsung Bupati Jembrana I Putu Artha. Bupati didampingi Kepala Dinas Kesehatan Jembrana dr I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata, Bupati Artha dr I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata memastikan pelaksanaan vaksinasi upaya percepatan capaian target vaksinasi COVID-19.

Bupati Jembrana I Putu Artha berharap vaksinasi dosis pertama untuk tenaga kesehatan tersebut bisa tuntas. “Kita dorong melalui gebyar vaksinasi COVID-19 yang digelar hari ini vaksinasi COVID-19 tahap I bagi tenaga medis Jembrana bisa tuntas. Terkecuali bagi mereka yang tidak lolos, ada jadwal susulan,” kata Artha.

Baca juga:  Segini Peningkatan Peredaran Uang Tunai di Galungan dan Kuningan

Dari vaksin yang sedianya untuk tenaga kesehatan, namun batal dipakai karena beberapa nakes tidak lolos screening, Bupati Artha minta untuk dipakai kepada instansi khususnya bagian pelayanan.

“Jika diperbolehkan agar vaksin yang tak jadi dipakai tersebut bisa digunakan untuk instansi-instansi pemerintahan terkhusus di bagian pelayanan seperti perijinan, dukcapil, sosial dan lainnya guna pelayanan yang lebih baik lagi kedepannya,” ucapnya.

Mengenai vaksinasi COVID-19 dosis kedua untuk tenaga kesehatan berikutnya yang akan digelar pada 13 Pebruari mendatang, Bupati Artha tetap optimis proses vaksinasi bisa sesuai jadwal yang sudah ditentukan.
Sementara khusus vaksinasi untuk masyarakat, rencananya dimulai di bulan ketiga Tahun ini.

Baca juga:  Tambahan Kasus COVID-19 Bali Kembali Melonjak di Atas 140 Orang, Kematian Juga Masih Dilaporkan

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Jembrana yang juga Plt Direktur RSU Negara dr I Gusti Bagus Ketut Oka Parwatha mengakui belum semua tenaga medis Jembrana bisa divaksin pada tahap pertama. Sebagian dari mereka tidak lolos screening sebagai syarat bisa divaksin dengan berbagai alasan. “Ada yang masih tertunda. Mereka tidak lolos screening dan uji kesehatan. Kita sedang siapkan jadwal pengganti, mudah-mudahan berikutnya bisa lolos,“ kata Parwata.

Dari data yang dihimpunnya hingga Kamis, sebanyak 1488 tenaga medis sudah diberikan vaksin. Jumlah itu masih kurang dari target pemerintah pusat kepada tenaga medis Jembrana yang sudah terdaftar di e-tiket totalnya berjumlah 1738.

Baca juga:  Satpol PP Tegur Warga Buang Limbah ke Sungai

Hingga hari ini, dikatakan Parwata, sebanyak 250 orang tenaga medis Jembrana belum bisa divaksin. Dari jumlah itu sebanyak, 83 orang belum hadir dan 167 orang lagi dinyatakan tidak lolos screening. Rinciannya yang tidak lolos screening itu, 126 orang ditunda, dan 41 orang dinyatakan ditolak (kontradiksi).

“Bagi yang belum datang, kita pusatkan vaksinasi jumat di RSU Negara. Pemusatan itu tujuannya agar memudahkan pengaturan logistik,” tutupnya. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *