Seorang nelayan asal Banjar Lean, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, I Gede Latra (55) ditemukan selamat terdampar di Lombok Utara. (BP/Ist)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Seorang nelayan asal Banjar Lean, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, I Gede Latra (55) dikabarkan belum kembali dari melaut hingga Senin (18/1). Korban, akhirnya ditemukan dengan kondisi selamat terdampar di Lombok Utara akibat cuaca buruk di tengah laut dan hujan deras.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Basarnas Karangasem, I Gusti Ngurah Eka Widnyana, mengatakan, kalau pihaknya mendapatkan informasi adanya nelayan belum pulang dari melaut pada Senin (18/1) sekitar pukul 07.15 Wita. Menindaklanjuti laporan itu, pihaknya langsung menerjunkan personil untuk melakukan pencarian. “Kita turunkan satu RIB dari Pantai Melasti Amed untuk melakukan proses pencarian ke tengah laut,” ucapnya.

Baca juga:  Hari Ini, Kasus Positif COVID-19 di Bali Masih Bertambah!

Eka Widnyanan, menambahkan, korban turun melaut Minggu, sekitar pukul 14.00 Wita. Namun, hingga sore hari korban tidak juga pulang kerumahnya. Pihak keluarga coba mencari keberadaan korban, tapi tidak ditemukan. “Kita sempat lakukan pencarian selama dua jam. Dan saat pencarian korban, pihaknya mendapatkan informasi bahwa korban ditemukan selamat terdampar di Banjar Sire, Lombok Utara,” katanya.

Dia menjelaskan, korban sampai terdampar di Lombok Utara, disebabkan akibat cuaca yang tidak bagus di tengah laut ditambah hujan deras. Informasi yang diperoleh pihaknya, kalau saat mencari ikan di seputaran Gili Terawangan kondisi di tengah laut kabut sehingga mengakibatkan jarak pandang terbatas. Dengan kondisi itulah, korban memutuskan untuk berusaha menepi mencari daratan dan sekitar pukul 22.00 Wita.

Baca juga:  Selama 2018, Ini Jumlah WNA Ditangkap Terlibat Kriminalitas

“Korban melihat lampu di pinggir dan merapat ke pantai Sire Lombok Utara. Korban berlindung di rumah salah satu warga setempat. Dan akhirnya, korban di bawa ke rumah Kadus Sire Selatan. Korban sekitar 9 jam terombang-ambing di tengah laut sebelum menepi ke pesisir. Korban telah dijemput oleh anaknya menggunakan sampan,” jelas Eka Widnyana. (Eka Prananda/Balipost).

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *