Penekanan sirine menandai dimulainya pembangunan pelabuhan laut Sanur dan pelabuhan penyeberangan Bias Munjul "Bali Menuju Transportasi Terintegrasi". (BP/rin)

DENPASAR, BALIPOST.com – Peletakan batu pertama pembangunan pelabuhan laut Sanur dan pelabuhan penyeberangan Bias Munjul dilaksanakan di Pantai Matahari Terbit Sanur, Denpasar, Sabtu (12/12). Acara ini dihadiri langsung Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi.

Sebelumnya, Budi Karya juga hadir langsung pada acara groundbreaking pembangunan pelabuhan penyeberangan Sampalan di Nusa Penida, Klungkung, 3 Agustus 2020.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, pembangunan pelabuhan segitiga Sanur, Nusa Penida (Sampalan) dan Nusa Ceningan (Bias Munjul) ini memakai anggaran penuh dari APBN yang dianggarkan Menteri Perhubungan. Lebih lanjut dikatakan, ini adalah hadiah dari Presiden RI Joko Widodo kepada masyarakat Bali.

Baca juga:  3 Kabupaten Ini Alami Kenaikan Jumlah Warga Terjangkit Transmisi Lokal COVID-19

“Tidak ada dukungan dari APBD Provinsi, jadi penuh dari APBN. Saya cuma menganggu Pak Menteri saja terus setiap saat supaya program ini betul-betul bisa diwujudkan tepat waktu,” ujarnya.

Koster menambahkan, pelabuhan penyeberangan Sampalan yang sudah terlebih dulu dilakukan peletakan batu pertama ditarget rampung Juni 2021. Sekarang dengan adanya acara peletakan batu pertama pelabuhan laut Sanur dan pelabuhan penyeberangan Bias Munjul, maka akan segera terwujud tiga pelabuhan sekaligus.

“Ini adalah program penting dan prioritas kami di Provinsi Bali berkaitan dengan pembangunan infrastruktur darat, laut, udara terintegrasi dan terkoneksi untuk menunjang layanan publik domestik di Bali, maupun juga untuk dukungan wisatawan,” paparnya.

Baca juga:  Rangkaian HUT ke-54, Astra Motor Bali Gelar Fun Touring dan Lepas Tukik

Koster berharap, pembangunan infrastruktur ini dapat memberi manfaat bagi upaya bersama memajukan perekonomian Bali serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Khususnya masyarakat di Kelurahan Sanur, Denpasar dan Nusa Penida, Klungkung.

Apalagi, keberadaan pelabuhan yang representatif memang menjadi kebutuhan real di masyarakat. “Meskipun waktu Pilgub 2018 lalu, saya kalah di Denpasar dan Klungkung. Tidak mengurangi niat saya untuk membangun Bali di wilayah ini tetap menjadi hal penting yang diprioritaskan. Jadi tidak memikirkan soal politik, tapi kepentingan Bali dan masyarakat Bali,” jelasnya.

Baca juga:  Korban Jiwa Bertambah, Kasus Harian Bali Balik ke Puluhan

Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi mengatakan, pembangunan pelabuhan laut Sanur dianggarkan hampir Rp 400 miliar. Sedangkan anggaran untuk pelabuhan penyeberangan Bias Munjul dan Sampalan di Nusa Penida hampir Rp 200 miliar. “Jadi, satu jumlah yang tidak sedikit dan Pak Presiden memang wanti-wanti kalau membangun itu supaya memberikan hasil outcome atau menjadi sesuatu yang berguna untuk masyarakat,” ujarnya. (Rindra Devita/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *