Dian Setiawan. (BP/Istimewa)

TABANAN, BALIPOST.com – Selama sepekan, angka kasus baru terkonfirmasi positif di wilayah Kabupaten Tabanan dilaporkan meningkat. Data terbaru, Minggu (6/12) terjadi penambahan kasus positif sebanyak 46 orang.

Menurut Koordinator Bidang Informasi Publik, Satgas Penanganan COVID-19 Tabanan, Putu Dian Setiawan, lonjakan ini terjadi lantaran gencarnya gerakan 3T (Tracing, Testing, Treatment) yang sama pentingnya dengan penerapan perilaku 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak). Upaya ini memang dilakukan untuk bisa segera memutus penyebaran COVID-19.

Baca juga:  3 Faktor Ini, Sebabkan Badung Masih di Zona Merah Selama Dua Minggu

Dari data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid19 Tabanan, penambahan kasus baru kali ini dominan karena klaster keluarga dan tanpa gejala. “Karena memang terjadi klaster keluarga, peningkatan data hari Minggu ini lebih banyak tanpa gejala dan kontak erat dengan yang positif sebelumnya,” bebernya.

Terkait dengan mereka yang terkonfirmasi COVID-19 dan tanpa gejala, ada yang tetap melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing dengan pemantauan oleh tim Satgas dan menjalani karantina terpadu di hotel yang disiapkan di wilayah Denpasar. “Bagi mereka yang bergejala dan membutuhkan penanganan lebih lanjut baru dirujuk di rumah sakit,” terangnya.

Baca juga:  Di Tengah Pandemi, Partisipasi Pemilih Tabanan Justru Naik Dibandingkan Pilkada Sebelumnya

Klaster keluarga terjadi akibat banyak orang tanpa gejala atau gejala ringan yang tidak sadar menularkan kepada anggota keluarganya. “Biasanya karena gejalanya ringan, orang menganggapnya jadi tidak ada gejala. Itu yang seringkali orang tidak sadar bahwa dia sedang membawa virus,” ucapnya.

Dengan penambahan 46 kasus baru, total kasus positif di Tabanan saat ini sudah di angka 1.538. Sementara untuk pasien dinyatakan sembuh bertambah sebanyak 20 orang. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *