Heriyanti, salah satu hakim PN Denpasar yang membuat konsep pengadilan yang nyaman untuk kalangan kelompok rentan. (BP/asa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pengadilan Negeri Denpasar beberapa waktu lalu meraih juara nasional Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( PTSP) dari Mahkamah Agung. Atas kesuksesan itu, PN Denpasar bukannya berdiam sampai di sana.

Tetapi lebih berbenah guna mendukung program pemerintah, khususnya dalam hal pelayanan publik di era pandemi ini. Di balik kesuksesan Dr. Sobandi membawa PN Denpasar ke juara nasional, ada campur tangan seorang ibu, sekaligus Ketua PTSP PN Denpasar. Dia adalah Heriyanti, S.H.,M.Hum.

Hakim yang juga sosok ibu ini, kembali merombak sejumlah ruangan PN Denpasar. Salah satunya adalah membuat ruangan bayi, ibu menyusui, lengkap dengan box bayi dan juga disediakan susu bayi. Di luar ruangan, ada juga arena bermain anak-anak.

Baca juga:  Segini, Hukuman Dua Perempuan Pengedar Narkoba Hampir 2 Kilo

Sedangkan di ruangan lainnya, Heriyati membuat konsep layanan publik yang nyaman dan aman bagi lansia, difabel, serta ruangan anak korban seksual dan kelompok rentan lainnya. “Sebagai lembaga layanan publik, kami tentu mendukung program pemerintah, dan mengakomodir semua yang berperkara di pengadilan. Baik mereka sebagai korban, pelaku, saksi, maupun pihak keluarga yang berperkara,” ucap Heriyanti, Jumat (23/10).

Mantan Ketua PN Polowali itu menambahkan, yang datang ke PN Denpasar tidak hanya anak muda, orang sehat. Namun banyak yang datang orangtua, ibu menyusui, bahkan kakek yang sudah gangguan pada alat pendengaran. “Jadi, kami berikan mereka kenyamanan. Apalagi disaat pandemi ini. Jika ada orang rentan, kita siapkan bed, ruangan yang nyaman bagi mereka. Kami juga bekerjasama dengan psikolog dan puskemas,” tandas Heriyanti.

Baca juga:  Terbukti Mencuri, Oknum Pilot Dituntut Lima Bulan

Mengapa psikolog? Heriyanti mengatakan PN Denpasar kerap mengadili kasus korban seksual yang menyebabkan traumatik, atau kenakalan remaja yang butuh bimbingan. “Jika ada mereka gangguan secara fsikis, ya kita koordinasi dengan psikolog. Kita ada MoU. Sebagai bentuk layanan publik, kita harus akomodir semua kepentingan masyarakat. Orangtua yang susah mendengar juga sudah kita sediakan alatnya,” ujar hakim PN Denpasar itu.

Atas berbagai terobosan yang dilakukan, jika masuk ke beberapa ruangan di PN Denpasar, memang banyak perubahan. Khususnya ruangan yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat. Intinya, pencari keadilan dibuat nyaman, baik dalam hal layanan administrasi, maupun dalam bentuk fisik.

Baca juga:  Dituntut 18 Tahun, Pemilik Puluhan Paket SS Dibui 13 Tahun

Khusus pada ibu-ibu menyusui, Heriyanti juga menyediakan ruangan khusus. Bahkan ada box bayi, tersedia susu dan tempat duduk termasuk karpet lesehan. “Ini dibuat jika ada ibu menyusui, butuh istirahat, atau meras ASI. Kenyamanan pengunjung kami utamakan. Mari kita jaga kesehatan, dan taati protokol kesehatan,” ajak Heriyanti. (Miasa/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.