Seorang warga Kota Denpasar mengajarkan anaknya untuk mencuci tangan sebelum masuk ke dalam Pura Jagadnata, untuk melakukan persembahyangan. Disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan diyakini dapat memutus penyebaran COVID-19. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Setiap 15 Oktober, dunia memperingati Hari Cuci Tangan Sedunia. Peringatan ini sangat penting di tengah pandemi COVID-19 yang tak kunjung mereda untuk mengubah laku masyarakat sehingga bisa lebih rajin mencuci tangan dan membantu pemutusan penyebaran COVID-19.

Menurut Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. AA. Sagung Mas Dwipayani, Kamis (15/10), cuci tangan merupakan langkah penting dalam mencegah penularan COVID-19. Sebab, dari penelitian, membran lipid virus COVID-19 akan rusak dengan cairan sabun. Sehingga virus tidak dapat masuk ke tubuh.

Baca juga:  76 KK Korban Bencana Direlokasi ke Lahan Hutan

Ia menjelaskan, COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 yang merupakan bagian dari tipe virus Corona. Virus ini bisa menular jika seseorang kontak langsung dengan orang yang terinfeksi atau dengan cairan yang dikeluarkannya saat batuk dan bersin.

Virus dapat berpindah ke tubuh seseorang, bila tanpa sengaja orang tersebut menyentuh benda-benda yang dipegang oleh orang yang terinfeksi, lalu menyentuh wajah (mata, mulut, dan hidung) dengan tangan yang telah terkontaminasi.

Baca juga:  Memprihatinkan, Bayi Dua Bulan di Banjar Belok Menerita Hydrocepalus

Ditegaskannya, cuci tangan pakai sabun terbukti efektif mencegah penularan virus corona karena tangan yang bersih setelah dicuci pakai sabun dapat mengurangi risiko masuknya virus ke dalam tubuh.
Ia pun membagi tips mencuci tangan pakai sabun yang benar. Yakni menggunakan sabun dan minimal 40-60 detik. Tangan yang sudah disabuni dicuci pada air yang mengalir.

Bila tidak ada keran, bisa menggunakan timba atau wadah lain untuk mengalirkan air. Prinsip-prinsip penting terkait cuci tangan pakai sabun yaitu mencuci tangan dengan air saja tidaklah cukup untuk mematikan kuman penyebab penyakit. “Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir adalah cara yang paling hemat biaya untuk melindungi kita dari penyakit menular, termasuk COVID-19,” ujarnya. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.