Dr. Made Sri Satyawati, SS., M.Hum. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Menaati protokol kesehatan (prokes) di masa tatanan kehidupan era baru (new normal) adalah hal yang sangat penting dilakukan oleh semua lapisan masyarakat. Sebab, hingga saat ini belum ada obat ataupun vaksin untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Oleh karena itu, masyarakat harus memahami prokes COVID-19 secara keseluruhan. Jangan sampai prokes dipahami dan diterapkan setengah-setengah. Memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak (3M) adalah hal penting diterapkan oleh masyarakat agar tidak terpapar pandemi COVID-19.

Baca juga:  Koperasi Harus Berbasis Potensi Lokal Bali

‘’Masyarakat sebaiknya memahami prokes secara keseluruhan, jangan setengah-setengah. Mengapa demikian, karena kita berhadapan dengan virus yang sama sekali kita tidak ketahui keberadaannya. Misalnya, hanya menggunakan masker, tetapi tetap tidak menjaga jarak dan selalu berada di dalam kerumunan atau melakukan kegiatan yang dihadiri oleh lebih dari standar protokol kesehatan,’’ ujar Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) Dr. Made Sri Satyawati, S.S., M.Hum., Kamis (15/10).

Baca juga:  Ubud Writers and Readers 2017 Hidupkan Ekonomi Ubud Bali

Dalam upaya pencegahan COVID-19, katanya, sangat penting bagi kita untuk menerapkan prokes. Pemahaman masyarakat terhadap prokes COVID-19 harus dilakukan dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan tentunya tokoh-tokoh masyarakat, sehingga masyarakat dapat memahami betapa pentingnya prokes untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan orang lain.

Selain itu, peranan keluarga juga sangat penting, karena di dalam sebuah keluarga kita bisa saling mengingatkan dan saling mengedukasi, sehingga bisa saling memahami bahwa betapa pentingnya menjaga kesehatan bagi diri kita dan orang lain. “Dalam melakukan aktivitas di luar, masyarakat setidaknya harus menggunakan masker dan selalu ingat mencuci tangan, baik ketika memulai kegiatan maupun ketika usai melakukan kegiatan. Jangan lupa harus tetap menjaga jarak,” kata Sri Satyawati mengingatkan. (Winatha/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.