Ir. Ida Ayu Ratih Herawati. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Masa libur panjang saat ini perlu diwaspadai masyarakat Bali. Pasalnya, banyak tamu menikmati libur panjang di Pulau Seribu Pura ini. Selain itu, kegiatan agama, adat dan budaya di Bali juga relatif padat.

Untuk itu, masyarakat diimbau tetap waspada saat pandemi Covid-19 ini, terutama dalam upaya mencegah penyebaran virus Corona yang berpotensi terbentuknya klaster baru. Pesan itu disampaikan Wasekum KONI Bali Ir. Ida Ayu Ratih Herawati.

Alumnus Fakultas Teknologi Pertanian Unud ini mempunyai usaha yang bergerak di bidang konsultan teknik/engineering yang berkantor di Jalan Trengguli, Denpasar. Ditegaskan, pihaknya menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat di kantornya.

Baca juga:  Mahasiswa Wajib Jadi Agen Ubah Laku

Mulai pemeriksaan suhu kepada siapa saja yang mau masuk ke kantor. Pemeriksaan suhu tubuh menggunakan thermogun, kemudian wajib mencuci tangan serta menggunakan masker. ‘’Kami bergerak di bidang konsultan teknik dan bekerja di bidang arsitektur maupun sipil, lebih banyak turun ke lapangan,’’ ujar perempuan asal Geria Sindhu Amlapura ini.

Sementara itu, tujuh karyawan bagian administrasi lebih sering masuk ke kantor. Mereka wajib mematuhi prokes. Sedangkan bagi tamu yang berkunjung ke kantor juga wajib menaati prokes. Jika menerima tamu, Ratih Herawati spontan menerapkan perlindungan diri yang lebih.

Baca juga:  Konsisten Budayakan Protokol Kesehatan

Ia pun tak segan-segan memakai masker, ditambah lagi face shield. ‘’Saya harus melakukan perlindungan ekstraketat terhadap diri sendiri, sebab virus Corona bisa beterbangan dan menempel, sehingga kami tidak mau saling menuduh, seandainya lawan bicara positif Corona. Yang penting, seluruh masyarakat diminta melakukan ekstraproteksi guna mencegah tertular virus Corona,’’ paparnya.

Ratih Herawati merupakan wanita energik yang paling rajin ke Kantor KONI Bali. ‘’Pemberlakuan prokes di KONI Bali juga standar, mulai pemeriksaan suhu tubuh, cuci tangan, sampai wajib menggunakan masker,’’ terang ibu tiga putra ini.

Baca juga:  Denpasar Kembali Laporkan Tambahan Korban Jiwa COVID-19, Puluhan Kasus Baru Tersebar di 18 Desa

Pemberlakuan prokes tidak hanya di kantor konsultan dan Sekretariat KONI Bali. Dayu Ratih yang punya usaha SPBU di Kampial juga mewajibkan karyawan maupun stafnya mematuhi prokes. Mereka harus memakai masker, rajin mencuci tangan, serta diperiksa suhu tubuhnya. ‘’Intinya, selama pandemi Covid-19 ini, masyarakat diajak untuk mengampanyekan menyelamatkan diri sendiri terlebih dahulu, dengan perlindungan ekstra memakai masker berikut face shield,’’ tegasnya. (Daniel Fajry/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.