Tim dari PUPRKP saat melakukan pendataan kerusakan di sejumlah ruas jalan. (BP/Bit)

TABANAN, BALIPOST.com – Pemerintah kabupaten Tabanan melalui dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPRKP) telah menurunkan stafnya untuk melakukan pendataan kerusakan jalan pasca hujan deras, Sabtu (10/10). Dari data sementara yang dihimpun, tercatat ada 14 titik ruas jalan yang rusak akibat diterjang air bah.

Kabid Bina Marga, Dinas PUPRPKP Tabanan, I Gede Partana seijin Kepala Dinas saat dikonfirmasi Selasa (13/10) menyampaikan, data yang saat ini dihimpun masih bersifat sementara, lantaran masih dalam tahap survey di lapangan. Bahkan untuk total kerugian yang ditimbulkan, ia juga belum bisa memprediksi. Karena setelah selesai survai baru nantinya dibuatkan DED, gambar dan RAB. Dimana semua kerusakan yang merupakan aset Pemerintah kabupaten Tabanan selanjutnya akan diusulkan lewat BPBD tabanan.

Baca juga:  Kunjungan Presiden ke Klungkung Disambut Antusias Puluhan Ribu Warga 

Dikatakannya, data yang diperoleh hingga Senin (12/10), ada 14 titik ruas jalan yang mengalami kerusakan tersebar di delapan kecamatan. Seperti ruas jalan Tunjuk-Penebel di Kecamatan Penebel. Ruas jalan Kediri-Sanggulan (jalan penghubung jebol) dan perumahan Puskopad di Kecamatan Kediri.

Ruas jalan Denbantas-Tunjuk di Kecamatan Tabanan. Ruas jalan Mandung-Kukuh di Kecamatan Kerambitan. Ruas jalan pujungan-tibu Dalem di Kecamatan Pupuan yang perlu penanganan dengan alat berat. Kemudian tiga titik ruas jalan Gunung Salak-Kementug, ruas jalan Branjingan Klecung (jalan putus), ruas megati beraban, dan ruas gadungan-jempinis di Kecamatan Selemadeg Timur.

Baca juga:  Pantai Cemagi Hingga Mengening Kebanjiran Sampah

Ruas jalan di banjar munduk dan di banjar kebon, Kecamatan Selemadeg. Terakhir, ruas jalan petireman – lumbung delod sema, Kecamatan Selemadeg Barat. “Yang paling parah kerusakan di ruas Jalan di Kediri-Sanggulan, yakni jalan penghubung yang jebol itu. Disebabkan saluran air sempat tersumbat apalagi diameter kecil sehingga air meluap dan jalan putus,” terangnya.

Disisi lain, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan saat ini juga masih turun ke lapangan untuk mengecek sekaligus memverifikasi laporan yang telah masuk, untuk nanti dijadikan acuan dalam pengajuan mendapatkan bantuan. Data terbaru hingga Selasa (13/10) ada penambahan laporan kerusakan yang masuk, menjadi 72 titik. Kerusakan pemukiman terdata 35 titik dan kerusakan fasilitas umum 37 titik, dengan tafsiran kerugian mulai dari Rp 10 juta sampai dengan tertinggi Rp 400 juta. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.