Banjir melanda wilayah SDN 4 Sanur pada Selasa (24/2). Kondisi ini mengakibatkan sekolah menerapkan kebijakan belajar daring. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Sejumlah sekolah di Denpasar belajar daring dari rumah masing-masing pada Selasa (24/2). Kondisi tersebut akibat hujan dan angin kencang serta banjir yang terjadi di beberapa wilayah di Denpasar.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar A.A Gde Wiratama saat dikonfirmasi mengatakan, beberapa sekolah yang melaporkan pembelajaran daring untuk siswanya yakni SMPN 16 Denpasar, SMPN 6 Denpasar dan SMPN 13 Denpasar. “Baru tiga sekolah yang melaporkan ke kami,” ujarnya.

Agung Wiratama pun mengakui kondisi tersebut dimaklumi jika sekolah memutuskan siswanya untuk belajar daring dari rumah karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan untuk siswa datang ke sekolah. “Untuk keselamatan anak, kita memberikan pembelajaran daring,” katanya.

Baca juga:  BPBD Catat 17 Titik Bencana Akibat Hujan Deras di Tabanan

Sementara itu berdasarkan informasi sejumlah warga dan beberapa guru di Kota Denpasar, terpantau beberapa sekolah yang melakukan daring yakni, SDN 4 Sanur, SDN 10 Sanur, SDN 1 Sanur SDN 10 Dauh Puri dan SDN 6 Panjer.

Sebelumnya, Salah seorang guru di SDN 4 Sanur, Putu Febriasa Suryanata mengatakan, tingginya air di sekolah membuat siswa diarahkan belajar daring dari rumah. Akses ke sekolah juga diakuinya sulit akibat tergenang sehingga tidak memungkinkan untuk siswa datang ke sekolah.

Febriasa menambahkan di SDN 4 Sanur ada 576 siswa dari kelas I hingga kelas VI terdampak. Meski siswa diarahkan belajar dari rumah, beberapa guru tetap hadir ke sekolah untuk menyelamatkan dokumen atau buku yang tempatnya agak rendah.

Baca juga:  Amankan Idul Fitri, Anggota Polresta Dilarang Arogan

Tak hanya merendam ruang kelas, banjir yang terjadi juga membuat ruang guru ikut terendam air. Febriasa menyebutkan, sebelumnya air belum pernah setinggi ini merendam sekolah. “Kejadian seperti ini memang sering, tapi ini yang paling parah sampai sepaha. Biasanya paling tinggi selutut,” ujarnya.

Demikian menurutnya, siswa dipulangkan lebih awal akibat banjir juga bukan yang pertama saat ini. Beberapa waktu sebelumnya siswa juga pernah dipulangkan karena banjir.

Dikonfirmasi terpisah Kabid SD Disdikpora Kota Denpasar, I Nyoman Suryawan mengatakan, ada 20 SD yang telah melaporkan pembelajaran daring pada Selasa (24-2-2026). Ke 20 SD tersebut adalah SDN 13 Sesetan, SDN 2 Sesetan, SDN 10 Pemecutan, SDN 9 Pedungan, SDN 7 Sumerta, SDN 23 Pemecutan. Kemudian SDN 12 Dauh Puri, SDN 3 Sanur, SDN 10 Dauh Puri, SDN 9 Kesiman, SDN 2 Dangin Puri, SDN 4 Sanur, SDN 10 Peguyangan, SDN 5 Padang Sambian, SDN 3 Padang Sanbian dan SDN 1 Padang Sambian. Selanjutnya SDN 21 Dauh Puri, SDN 13 Dauh Puri, SDN 18 Sesetan dan SDN 11 Padang Sambian.

Baca juga:  Tanah Longsor Timbun Jalan Seririt-Pupuan, Pengendara Diminta Cari Jalur Alternatif

Menurut Suryawan laporan sekolah yang menerapkan belajar daring karena beberapa kondisi. Diantaranya, bajir, plafon jebol, atap ruangan bocor, hingga akses ke sekolah terganggu.  (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN