
DENPASAR, BALIPOST.com – Menjelang arus mudik Hari Raya Idulfitri, Pemerintah Provinsi Bali memastikan kondisi jalur-jalur utama tetap terjaga melalui pemeliharaan rutin. Perbaikan jalan dilakukan pada sejumlah titik yang mengalami kerusakan ringan, terutama pada jalur nasional dan jalur provinsi yang menjadi akses utama pemudik.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRKIM) Provinsi Bali, Nusakti Yasa Wedha, menjelaskan bahwa pemeliharaan jalan terus dilakukan secara berkala oleh pemerintah daerah bersama Balai Jalan Nasional.
“Perbaikan jalan kita lakukan melalui pemeliharaan rutin. Teman-teman terus melakukan penanganan pada seluruh akses, termasuk jalur-jalur mudik,” ujarnya, Jumat (6/3).
Ia mengungkapkan, beberapa titik kerusakan jalan ditemukan pada jalur nasional dari Gilimanuk menuju Denpasar. Selain itu, kerusakan juga terdapat pada jalur utara Bali, khususnya rute Gilimanuk–Seririt–Singaraja. Namun jumlahnya tidak banyak. “Kalau jumlahnya tidak sampai puluhan titik,” katanya.
Menurutnya, kondisi kerusakan yang ditemukan tergolong ringan dan masih dapat ditangani melalui pemeliharaan rutin tanpa perlu perbaikan besar. “Rusaknya ringan, bukan kerusakan berat. Masih bisa dikelola dengan pemeliharaan rutin,” jelasnya.
Kerusakan tersebut umumnya disebabkan faktor usia jalan yang telah melampaui umur rencana serta pengaruh cuaca ekstrem yang mempercepat proses oksidasi pada material jalan.
Untuk menjaga kondisi jalan tetap baik, dikatakan Pemprov Bali menyiapkan anggaran sekitar Rp9 miliar dalam satu tahun untuk pemeliharaan rutin.
Selain jalur nasional, pemerintah provinsi juga menangani sejumlah ruas jalan provinsi yang menjadi akses mudik, seperti jalur Antosari–Seririt. Sementara itu, jalur nasional sebagian besar berada dalam kondisi baik. “Kalau jalan nasional saya rasa di atas 95 persen kondisinya baik. Sedangkan jalan provinsi kita saat ini sekitar 81 persen dalam kondisi mantap,” pungkasnya. (Ketut Winata/balipost)










