Gubernur Koster menghadiri peletakan batu pertama pembangunan gedung MDA Karangasem, Minggu (23/8). (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Proses pembangunan Gedung Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Karangasem mulai dilakukan. Hal itu menyusul telah dilaksanakannya peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Gubernur Bali Wayan Koster pada Minggu (23/8).

Ketua MDA Karangasem, I Wayan Artha Dipa, mengatakan kalau pembangunan gedung MDA ini merupakan terobosan sejarah yang dilakukan oleh pemimpin pemerintah Provinsi Bali. “Selama ini belum pernah ada sejarah ini. Tapi, berkat keseriusan gubernur Bali, akhirnya gedung MDA bisa dibangun,” ucapnya.

Baca juga:  Gubernur Koster Siapkan Pergub Peringatan Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno

Artha Dipa menambahkan, dalam pembangunan gedung tersebut dianggarkan sebesar Rp 3,3 miliar dari Pemerintah Provinsi Bali. Gedung yang dibangun nantinya berlantai dua di atas tanah seluas 7,8 are yang lokasinya di Jalan Ngurah Rai. “Kita harap dengan pembangunan gedung ini, MDA Karangasem nantinya mampu menjalankan tugas dengan baik untuk membangun desa adat kedepannya,” Katanya.

Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan, di tahun ini hanya tujuh gedung MDA yang dibangun di kabupaten/kota se-Bali. Pembangunan di Karangasem merupakan yang ketiga.

Baca juga:  Cabai, Komoditi Yang Sering Alami Fluktuasi Harga

Untuk yang pertama pembangunan dilakukan di Gianyar, Jembrana, setelah itu baru Karangasem. Anggaran yang disiapkan untuk pembangunan tujuh gedung MDA plus MDA Provinsi Bali sebesar Rp 30 miliar melalui dana CSR.

“Selanjutnya pembangunan akan dilakukan di Bangli, Denpasar, kemudian Tabanan, Buleleng. Sementara untuk dua kabupaten lagi yakni, Badung dan Klungkung akan dilaksanakan di tahun 2021 mendatang,” jelas Gubernur Koster.

Lebih lanjut dikatakan Gubernur Koster, nantinya juga ada mobil operasional untuk MDA supaya bisa melakukan pembinaan di desa adat. Termasuk petugas di kantor MDA. “Kita harap MDA bisa membina desa adat untuk menjalankan awig-awig, membangun ekonomi desa adat dan yang lainnya,” jelasnya. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.