Ilustrasi. (BP/dok)

BANGLI, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Bangli mengundur pelaksanaan pemilihan perbekel (pilkel) serentak tahun ini. Selain karena waktu pencoblosannya yang dijadwalkan berbarengan dengan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) Bangli, alasan lain yang menyebabkan diundurnya Pilkel serentak adalah karena persoalan anggaran.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Bangli I Dewa Bagus Riana Putra, Rabu (15/7) mengatakan pelaksanaan Pilkel serentak yang semula dijadwalkan berlangsung bulan Desember 2020, kini diundur ke Januari 2021. Alasan pertama diundurnya Pilkel serentak karena bulan pelaksanaannya berbarengan dengan Pilkada Bangli.

Baca juga:  Pilkel Serentak, Dua Srikandi Tumbang

Kedua, karena persoalan anggaran. Jelas Riana, pada tahun ini banyak anggaran direfocusing akibat adanya Pandemi Covid-19. Anggaran baik di kabupaten maupun desa telah banyak dialihkan untuk penanggulangan Covid-19.

Dalam pelaksanaan Pilkel serentak, Pemkab Bangli memberikan dana ke desa yang melaksanakan Pilkel dalam bentuk bantuan keuangan khusus (BKK). Dana tersebut diberikan sebagai stimulant untuk mendukung kelancaran pelasanaan Pilkel. Nilai BKK yang diberikan di masing-masing desa tidak sama. Tergantung data jumlah pemilihnya. Riana tidak menyebutkan secara pasti berapa total dana BKK yang dibutuhkan untuk pelaksanaan Pilkel di 13 desa.

Baca juga:  Dinas Perkim Bali Ajukan Usulan Rumah Susun

Disampaikan juga bahwa sejauh ini panitia pilkel yang dibentuk di kabupaten sudah turun ke desa-desa yang menyelenggarakan pilkel. Sedikitnya sudah ada lima desa yang didatangi. Di desa, panitia kabupaten melakukan sosialisasi terkait pembentukan panita di desa, persiapan yang harus dilakukan sekaligus mempertegas kembali soal aturan main pelaksanaan Pilkel. Kata Riana aturan main Pilkel serentak telah dituangkan dalam perda maupun perbup. “Sosialisasi masih terus berjalan,”jelasnya.

Baca juga:  KPU Resmi Tetapkan Dua Peserta Pilbup Bangli

Sebagaimana data Dinas PMD Kabupaten Bangli 13 desa yang direncanakan melaksanakan pilkel serentak berada di dua kecamatan yakni Susut dan Kintamani. Di kecamatan Susut, ada dua desa yakni Selat dan Pengiangan. Sedangkan di Kecamtan Kintamani ada Desa Bayung Cerik, Batur Utara, Batur Tengah, Kintamani, Manikliyu, Sekaan, Sukawana, Songan A, Songan B, Selulung dan Siakin. (Dayu Rina/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.