Rapat koordinasi pengamanan Pilkada Serentak digelar di Mapolres Badung. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pengamanan Pilkada Serentak 2020 di tengah pandemi COVID-19 terus dimatangkan. Saat pilkada nanti, Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi mewajibkan personel terlibat Pengamanan pilkada mengenakan APD berkualitas.

Apalagi wilayah Polres Badung dan Polresta Denpasar masuk zona merah COVID-19. Oleh karena itu harus secepatnya ditangani agar menjadi Zona Hijau. “Hajatan besar Pilkada Serentak 2020 sudah di depan mata. Oleh karenanya semua pihak harus siap didalam memberikan pengamanan terutama dalam menjaga kesehatan. Setiap anggota wajib menggunakan APD berkualitas seperti masker, face shield, sarung tangan dan hand sanitizer,” tegas Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi saat rapat koordinasi Pilkada Serentak 2020, Selasa (14/7).

Baca juga:  Ditanya Polisi, Begini Ekspresi Pelaku Sodomi

Untuk pola pengamanannya, mantan Kasubdit Gakkum Lantas Polda Bali ini menjelaskan, pihaknya segera berkoordinasi dengan KPU dan Bawaslu Badung. Terutama membahas soal pengamanan terbuka dan di medsos. “Kami punya pola pengamanan yang teruji, tinggal menunggu dari pihak KPU dan Bawaslu agar tujuan pengamanan tercapai yakni mengwujudkan pilkada yang aman, damai, adil, jujur dan menyejukkan,” ucapnya.

Menurut perwira menengah asal Sunda, Jawa Barat ini mengharapkan pemantauan medsos menjelang pilkada harus terus dilakukan. Untuk itu Tim Cyber Patrol yang melibatkan semua fungsi jangan sampai mati suri dan harus diaktifkan terus.

Baca juga:  Sudah Lewati Puncak COVID-19, New York Mulai Siapkan Rencana Benahi Perekonomian

Sedangkan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, kapolres mengimbau anggotanya jangan sampai melupakan kesehatan diri sendiri, terlebih ditengah pandemi COVID -19. “Jangan sok-sokan dalam memberikan pelayanan ke masyarakat tidak menggunakan APD,” tegasnya.

Kapolres juga menyinggung perkembangan COVID-19 saat ini. Terkait penyebaran virus Corona, wilayah Polres Badung dan Polresta Denpasar masuk dalam zona merah. “Bapak Kapolda Bali menegaskan, seluruh personel turun ke lapangan mengedukasi masyarakat. Tujuannya agar mereka paham menjaga kesehatan orang lain sama dengan menjaga kesehatan diri sendiri. Kita keroyok (tangani) zona merah ini agar menjadi zona hijau. Sesuai perintah Kapolda Bali, kerja efektif, efisien dan jangan bekerja secara konvensional,” tegasnya. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.