Antrean panjang mobil menunggu tes COVID-19 terlihat di sebuah parkiran pusat perbelanjaan di Melbourne pada 23 Juni 2020. (BP/AFP)

MELBOURNE, BALIPOST.com – Lebih dari lima juta penduduk Melbourne akan dikarantina selama enam minggu setelah kasus coronavirus melonjak di kota terbesar kedua Australia. Demikian diumumkan pihak berwenang pada Selasa (7/7), dikutip dari AFP.

Perdana Menteri Negara Bagian Victoria, Daniel Andrews, mengatakan penguncian akan dimulai pada Rabu tengah malam dan berlangsung setidaknya enam minggu. Ia pun memperingatkan warga “kita tidak bisa berpura-pura” krisis coronavirus telah berakhir.

Keputusan ini diambil setelah kota ini mengumumkan sebanyak 191 kasus baru dalam 24 jam terkakhir. Andrews mengatakan sekarang ada terlalu banyak penelusuran kontak yang harus dilakukan.

Baca juga:  Badung Mulai Salurkan Bantuan dari Pengusaha

“Ini adalah angka tinggi yang tidak berkelanjutan,” katanya. “Tidak ada yang ingin berada dalam posisi ini. Saya tahu akan ada banyak kerusakan yang akan terjadi karena ini. Itu akan sangat menantang.”

Sebagian besar siswa sekolah akan kembali ke pembelajaran jarak jauh, sedangkan restoran dan kafe akan dibatasi untuk hanya menyajikan makanan yang bisa dibawa pulang.

Meskipun karantina ini mencakup wilayah metropolitan Melbourne, seluruh negara bagian Victoria secara efektif akan ditutup dari seluruh Australia mulai Selasa tengah malam, karena perbatasan negara ditutup.

Baca juga:  Sebanyak 3.400 Rapid Test Sudah di Bali

Polisi dan militer berpatroli di lusinan perbatasan dengan menggunakan pesawat tak berawak dan pesawat lain untuk mengawasi perbatasan yang luas dengan negara-negara bagian lain di mana coronavirus telah berhasil diatasi.

Para pejabat kesehatan pekan lalu secara efektif mengarantina sekitar 300.000 penduduk Melbourne dari seluruh kota hingga akhir Juli. Sekitar 3.000 orang juga dikarantina di rumah mereka pada Sabtu dalam upaya isolasi ketat yang diberlakukan Australia sejak wabah COVID-19 melanda setelah sebuah klaster muncul di sebuah rumah susun.

Baca juga:  Pasar Tumpah dan Pedagang Bermobil Rawan Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19

Sejauh ini, 69 kasus telah dicatat di sembilan permukiman berpenduduk padat dan ada kekhawatiran virus itu dapat menyebar lebih luas.

Australia telah mencatat hampir 9.000 kasus COVID-19 dan 106 kematian akibat virus itu.

Hampir semua kasus harian baru terdeteksi di Melbourne, sementara semua wilayah lain menikmati pelonggaran karantina setelah berhasil menghentikan penyebaran virus tersebut. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.