BANTUL, BALIPOST.com – Memasuki masa tahun ajaran baru yang bersamaan dengan masa normal baru. Pemda Bantul melakukan peninjauan pelaksanaan protokol ke sejumlah pesantren besar. Dalam peninjauan tersebut, bupati meminta agar pengasuh pesantren selektif dan taat terhadap penegakan protokol kesehatan.

Tinjauan ini bertujuan untuk menilik kesiapan pesantren dalam melaksanakan protokol kesehatan, khususnya di masa penerimaan santri baru. Ditemui usai melakukan silaturahmi ke Pesantren Krapyak, Bupati Bantul, Suharsono mengaku cukup puas dengan persiapan yang dilakukan oleh pesantren dalam menyambut masa normal baru.

Baca juga:  Dari 10 Ribu Lebih Naker Migran Pulang, Segini Jumlah yang Positif COVID-19

Penunjang protokol kesehatan sudah disediakan sehingga tinggal menunggu pelaksanaannya saja. Meski demikian, Suharsono meminta kepada pengasuh pesantren untuk menempatkan santri yang datang dari wilayah Jawa Timur dalam ruangan terpisah.

Selain diisolasi, para santri ini juga diwajibkan menjalani rapid test yang dilaksanakan Pemda Bantul. Langkah ini dipandang perlu karena wilayah Jatim adalah wilayah dengan risiko penularan tinggi.

Selain santri dari Jatim, Pemda Bantul juga mewaspadai santri dari Jabodetabek. Pengasuh pesantren diminta untuk jeli dalam menerima kembali santrinya dari luar daerah.

Baca juga:  Pertama di DIY, Bayi Baru Lahir Positif COVID-19

Pengawasan ketat diperlukan agar pesantren tidak menjadi klaster penyebaran COVID-19 yang ujungnya akan merugikan masyarakat secara luas. (Anang Zainuddin/Jogja TV)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.