Drs. Gede Suyasa, M.Pd. (BP/Mud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Perkembangan kasus penularan Virus Corona (COVID-19) di Buleleng masih terjadi. Terbukti dari laporan tim medik di lapangan ada 1 orang pasien yang dinyatakan terkonfirmasi positif Virus Corona. Tambahan kasus baru itu seperti tertutupi dengan pasien yang sembuh. Tercatat ada 2 orang pasien yang sembuh dan telah diijinkan pulang ke rumah masing-masing.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Drs. Gede Suyasa, M.Pd., membenarkan tambahan 1 kasus baru dan 2 orang pasien yang mengalami kesembuhan itu.

Gede Suyasa mengatakan, hasil tracing di lapangan diketahui pasien yang terkonfirmasi positif terinfeksi COVID-19 ini berasal dari Kecamatan Buleleng. Mulai tanggal 30 Juni 2020 lalu, pasien ini masuk di RSUD Buleleng. Saat itu, pasien menjalani operasi penyakit Usus Buntu. Sebelum menjalani operasi, dokter kemudian melakukan rapid test dengan metode anti bodi. Dari pengujian secara cepat, sampal darahnya ternyata reaktif. Dengan hasil itu, pasien kemudian dirujuk untuk dirawat lebih lanjut di Rumah Sakit Pratama (RSP) Giri Emas, Kecamatan Sawan. Karena dicurigai mengarah terinfeksi Virus Corona, tim medik kemudian melakukan test spesimen swab PCR. Setelah sempal swabnya diuji di laboratorium, ternyata pasien dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19.

Baca juga:
Menpan-RB akan Keluarkan Imbauan ASN Kerja dari Rumah

Sejak itu, pasien kemudian menjalani masa karantina dan ditetapkan ssebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dengan kode 115. “Waktu berobat ke RSUD sebelum operasi Usus Buntu, pasien menunjukan gejala demam, batuk, dan mengalami infeksi pada saluran kencing. Dokter di RSUD kemudian melakukan rapid test anti gen dna rekait, hari itu juga pasien diruujuk ke RSP Giri Emas dan setelah swab PCR dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19,” katanya.

Menyusul temuan kasus baru ini, Gede Suyasa menyebut, tim surveillance langsung melakukan tracing untuk menemukan siapa saja orang yang memiliki riwayat pernah kontak langsung dengan pasien. Pelacakan ini juga untuk mengetahui di mana pasien tertular Virus Corona. Tidak saja tracing yang pernah kontak langsung, dokter dan petugas medis pada saat pasien memeriksakan diri di RSUD juga di tracing. Kemudian dari data itu, tim medik COVID-19 menjadwalkan melakukan rapid test.

Baca juga:
PPDB Jalur Zonasi SMA, Verifikasi Perlu Waktu Lama

“Hingga hari Selasa, kami sudah melakukan tracing terhadap orang yang kontak erat termasuk petugas di RSUD yang mengangani pasien. Untuk yang pernah kontak langsung akan dilakukan sswab test PCR, sehingga segara diketahui sumber penularan virusnya,” tegasnya.

Sementara gugus tugas di hari yang sama juga mencatat 2 PDP yang sebelumnya terkonfirmasi positif Virus Corona telah sembuh dan diizinkan pulang. Pasien itu adalah PDP kode 104 asal Kecamatan Seririt. Pasien ini dinyatakan sembuh setelah menjalani masa karantina selama 13 hari. Saat menjalani treatment pengobatan, pasien yang pernah kontak dengan PDP 80 yang keseharian adalah sopir angkutan barang Jawa – Bali itu menjalani swab test PCR sebanyak 8 kali. Dari test itu, pasien berhasil mendapat kesembuhannya setelah test swab PCR 2 kali berturut-turut dinyatakan negatif.

Satu orang PDP lagi yang sembuh adalah kode 106 dari Kecamatan Tejakula. Selama 11 hari pasien menjalani karantina dengan 6 kali test swab PCR. Pengujian sempel swab ke 5 dan ke 6 menunjukkan hasil negatif, sehingga pasien yang sebelumnya tertular setelah kontak dengan istrinya sendiri yang lebih awal sembuh itu diijinkan pulang.

Baca juga:
Operasi Bina Kusuma, Polres Bangli Libatkan 38 Personil

Hingga kini, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Buleleng saat ini masih merawat sebanyak 8 orang pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19. Dari PDP yang dirawat itu di RSP Giri Emas, Kecamatan Sawan 6 orang diantaranya pasien berasal dari beberapa kelurahan di Kecamatan Buleleng. Sedangkan, hanya 2 pasien dari kecamatan lain.

Menyusul, temuan kasus terkonfirmasi posistif di jantung Kota Singaraja itu, warga kota diingatkan agar tetap waspada dengan penyebaran Virus Corona lewat transmisi lokal. Warga pun dihimbau agar tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Demikian juga kelurahan yang berbatasan dengan tempat ibadah dan sudah mendapatkan surat keterangan (suket) aman COVID-19, juga agar tetap disiplin saat melaksanakan upacara agama agar menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menggunakan masker, mengukur suhu tubuh, dan menjaga jarak aman. (Mudiarta/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.